Ada Pejabat Cawe-cawe di Balik Kabar Pencopotan Budi Waseso
Rabu, 02 September 2015 - 17:50 WIB
Ada Pejabat Cawe-cawe di Balik Kabar Pencopotan Budi Waseso
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dwi Ria Latifah prihatin dengan kabar pencopotan Komjen Pol Budi Waseso dari posisi Kabareskrim Polri.
Dwi menilai, ada intervensi di balik upaya mencopot Budi Waseso. Dia pun meminta agar proses hukum yang sedang ditangani Bareskrim Polri agar tetap berjalan. Jangan lantaran Kabareskrim berani mengusut kasus dugaan kasus korupsi, dampaknya Kabareskrim dicopot dan diganti.
"Jangan sampai proses yang sedang dilakukan oleh penegak hukum baik Polri, Kejagung dan KPK batal lantaran tindakan satu orang yang bisa meruntuhkan hukum," ujar Ria dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2015).
Dalam konferensi pers itu, Dwi yang juga anggota Komisi III DPR ini mengungkapkan, ada seorang pejabat yang menghubungi seorang menteri Kabinet Kerja dan mengancam akan mengundurkan diri dari jabatannya jika kasus di perusahaan yang dipimpinnya tetap diusut.
"Ada pejabat yang cawe-cawe dalam penanganan kasus yang tengah ditangani Bareskrim. Semua tahu itu dan terserah diartikan sebagai intevensi atau bukan," kata Dwi.
Lebih lanjut, Dwi menambahkan, pihaknya sebagai partai pengusung dan pendukung Presiden Jokowi akan menghormati keputusan yang akan diambil kepala negara termasuk pergantian jabatan di institusi negara. Namun demikian, pencopotan itu harus bersih dari dugaan intervensi.
"Yang kami inginkan adalah proses-proses penegakan hukum tidak mendapat intervensi yang sifatnya kepentingan politis ataupun bisnis," tegas Dwi.
PILIHAN:
Yasonna Sebut Jatah Menteri untuk PAN Urusan Presiden
Isu Pencopotan Budi Waseso Dinilai Cuma Psy War
Dwi menilai, ada intervensi di balik upaya mencopot Budi Waseso. Dia pun meminta agar proses hukum yang sedang ditangani Bareskrim Polri agar tetap berjalan. Jangan lantaran Kabareskrim berani mengusut kasus dugaan kasus korupsi, dampaknya Kabareskrim dicopot dan diganti.
"Jangan sampai proses yang sedang dilakukan oleh penegak hukum baik Polri, Kejagung dan KPK batal lantaran tindakan satu orang yang bisa meruntuhkan hukum," ujar Ria dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2015).
Dalam konferensi pers itu, Dwi yang juga anggota Komisi III DPR ini mengungkapkan, ada seorang pejabat yang menghubungi seorang menteri Kabinet Kerja dan mengancam akan mengundurkan diri dari jabatannya jika kasus di perusahaan yang dipimpinnya tetap diusut.
"Ada pejabat yang cawe-cawe dalam penanganan kasus yang tengah ditangani Bareskrim. Semua tahu itu dan terserah diartikan sebagai intevensi atau bukan," kata Dwi.
Lebih lanjut, Dwi menambahkan, pihaknya sebagai partai pengusung dan pendukung Presiden Jokowi akan menghormati keputusan yang akan diambil kepala negara termasuk pergantian jabatan di institusi negara. Namun demikian, pencopotan itu harus bersih dari dugaan intervensi.
"Yang kami inginkan adalah proses-proses penegakan hukum tidak mendapat intervensi yang sifatnya kepentingan politis ataupun bisnis," tegas Dwi.
PILIHAN:
Yasonna Sebut Jatah Menteri untuk PAN Urusan Presiden
Isu Pencopotan Budi Waseso Dinilai Cuma Psy War
(kri)