Menunggu Keberanian Biden Mencalonkan Diri

Rabu, 02 September 2015 - 09:41 WIB
Menunggu Keberanian...
Menunggu Keberanian Biden Mencalonkan Diri
A A A
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tetap mendapatkan dukungan dari para petinggi Demokrat. Kecintaan dan dukungan itu di tengah belum ada kepastian apakah Biden akan ikut atau tidak dalam pertarungan untuk memperebutkan nominasi calon presiden (capres) Partai Demokrat.

Keraguan kalau Biden tidak akan maju dalam pemilihan pendahuluan semakin kuat. Banyak pihak tidak mengetahui di mana posisi Biden menjelang pertemuan Komite Nasional Demokrat. Namun, isu Biden tetap mendominasi dalam setiap perbincangan para petinggi Demokrat. Sejumlah petinggi Demokrat menyatakan ketertarikan dan dukungannya untuk Biden.

Sebagian kecil politisi menyatakan keraguannya kalau Biden hendak maju dalam pemilihan pendahuluan. ”Saya mencintai Biden. Kita semua mencintainya,” kata Alice Huffman dari lembaga perjuangan hak sipil National Association for the Advancement of Colored People (NAACP). ”Tapi, saya tidak melihat dia (Biden) akan mengalahkan Hillary,” imbuhnya.

Sedangkan Earl Fowlkes dari kelompok minoritas menyatakan Biden merupakan ”orang baik dan kuat”. Namun, dia masih mempertanyakan keberpihakan Biden terhadap minoritas dan pemilih muda yang menjadi andalan Demokrat. ”Pertanyaannya, apakah dia mampu mendapatkan donasi?” tanya Fowlkes.

Dia menuturkan jika Biden tidak memiliki uang, dia tidak akan membuat banyak perbedaan. Para pendukung Demokrat melihat Biden sebagai politikus yang berpengalaman. Mereka mengapresiasi pengabdian Biden saat menjadi pendamping Presiden Barack Obama. Selain itu, dia juga memiliki pengalaman panjang sebagai anggota Senat.

”Biden akan menjadi pilihan saya,” kata Elena McCullough, pendukung Biden dari Tampa, Florida. Dia mengungkapkan Biden melakukan pekerjaan hebat dan mengabdi kepada negara dalam jangka waktu yang panjang. Sedangkan Sonia Fernandez dari Los Angeles mendukung Biden karena akan melanjutkan program yang diusung Presiden Obama.

”Saya melihat perlu ada keberlanjutan program pemerintahan sebelumnya,” paparnya. Rabu (26/8) lalu, Biden menyatakan dia sedang berpikir dengan ”sepenuh hati dan jiwa” apakah maju atau tidak dalam perebutan nominasi capres Partai Demokrat. ”Kita berbincang di rumah dengan penuh emosional,” katanya dikutip CNN .

Dia mengaku berpikir dan membahas isu tersebut bersama keluarganya. Selain itu, Biden juga berdiskusi dengan para penasihat politik untuk mengevaluasi opsi untuk melawan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Sebelumnya juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengungkapkan Biden layak mendapatkan ”waktu dan ruang” untuk memutuskan apakah maju atau tidak dalam pencalonan sebagai capres Partai Demokrat. ”Keputusan bagi seseorang untuk maju sebagai presiden AS merupakan permasalahan personal,” ujar Earnest.

Andika Hendra M
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Info Dadan dan 2 Eks...
Info Dadan dan 2 Eks Wakil Kepala BGN Diperiksa di Gedung Bundar, Kejagung Siapkan Tim Dokter
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Amanah dan Tanggung Jawab Berat
Pimpinan BGN Dicopot,...
Pimpinan BGN Dicopot, LPI: :Langkah Tepat untuk Selamatkan Program Prioritas Nasional
OTT di Imigrasi Jakbar...
OTT di Imigrasi Jakbar Terkait Pengurusan Izin Tinggal WNA
OTT di Imigrasi Jakbar,...
OTT di Imigrasi Jakbar, KPK Tangkap Belasan Orang dan Sita Kendaraan hingga Emas
KPK OTT Pejabat Imigrasi...
KPK OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, Menteri Imipas: Baguslah, Sekalian Kita Berbenah
Infografis
Terlalu Banyak Tekanan,...
Terlalu Banyak Tekanan, 500 Perwira Israel Mengundurkan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved