Bawaslu Temui 5 Indikator Pilkada Rawan Penyimpangan

Selasa, 01 September 2015 - 13:08 WIB
Bawaslu Temui 5 Indikator...
Bawaslu Temui 5 Indikator Pilkada Rawan Penyimpangan
A A A
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendapati lima aspek indeks kerawanan pemilu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 berdasarkan hasil pemetaan terhadap potensi kerawanan di setiap daerah.

Aspek yang pertama ialah profesionalitas penyelenggara pemilu. Independensi dan netralitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik pusat maupun daerah harus dipastikan terjaga.

Kepala Bagian Analisis dan Teknis Pengawasan dan Pelanggaran Bawaslu, Faisal Rahman mengatakan, ada beberapa indikator pendukung bahwa profesionalitas penyelenggara masuk dalam indeks kerawanan pemilu.

"Ketersediaan anggaran pilkada, netralitas penyelenggara, kualitas DPT (Daftar Pemilih Tetap), serta kemudahan akses informasi," kata Faisal di Hotel Santika Premiere, Jakarta, Selasa (1/9/2015).

"Keempat hal ini dianggap penting untuk membuktikan apakah profesionalitas penyelenggara benar-benar ada dan memetakan kerawanan di pilkada yang akan datang," imbuhnya.

Indeks kerawanan pemilu kedua ialah adanya politik uang. Faisal menilai, hal ini merupakan salah satu yang paling ditakuti sekaligus dilakukan oleh peserta pemilu.

"Ditakuti karena praktik ini adalah praktik jahat dan dilakukan oleh mereka yang tidak mau repot dalam mendulang suara," ujarnya.

Yang ketiga lanjut Faisal, akses pengawasan. Dalam hal ini, tantangan pengawasan juga bisa datang dari luar teknis penyelenggaraan, misalnya kondisi geografis daerah yang berat.

Sementara partisipasi masyarakat juga masuk ke dalam indeks kerawanan pemilu karena menjadi salah satu kunci atas kredibilitas pelaksanaan pemilu.

"Masyarakat pemilih adalah subyek dalam proses pemilu dan merupakan obyek semata," lanjutnya.

Aspek terakhir ialah masalah keamanan daerah. Perlu menurut dia, adanya pemetaan melihat potensi kekerasan dalam pilkada. Hal ini penting dilakukan untuk mengantisipasi kejadian tersebut.

"Di beberapa daerah, ketika pelaksanaan pilpres dan pileg tidak terjadi kekerasan yang berkaitan dengan pemilu tetapi ketika pelaksanaan pilkada malahan terjadi kekerasan," tandasnya.

Pilihan:

Gerindra Khawatir Kondisi RI Saat Ini Picu Krisis Politik
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved