KPU Minta Komisionernya Mendapat Pengawalan Khusus Polisi

Kamis, 27 Agustus 2015 - 18:31 WIB
KPU Minta Komisionernya...
KPU Minta Komisionernya Mendapat Pengawalan Khusus Polisi
A A A
JAKARTA - Timbulnya tindak kekerasan terhadap para penyelenggara pemilu di daerah mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat meminta pihak kepolisian meningkatkan pengamanannya.

Bahkan untuk kondisi di tempat-tempat yang berbahaya, KPU meminta ada pengawalan khusus bagi para komisioner daerah untuk memastikan keselamatannya.

"Kalau di daerah terpencil yang jauh itu kan ruang untuk orang melakukan tindakan kekerasan bisa lolos, lebih besar. Oleh karenanya kepada mereka (komisioner daerah) alangkah baiknya diberikan pendampingan orang per orang," ucap Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Menurut Hadar, berkaca dari pengamanan Pileg dan Pilpres dari pihak kepolisian terhadap komisioner KPU, maka langkah yang sama juga bisa dilakukan untuk tahapan pilkada. Cara ini sebagai bentuk preventif untuk memastikan keamanan dan kelancaran komisioner dalam bertugas.

Untuk saat ini, KPU menurut Hadar hanya bisa mengingatkan jajaran di bawah untuk lebih berhati-hati dan menjaga diri. Sebab tahapan pilkada yang mulai memasuki situasi penting rawan untuk memunculkan kekerasan.

"Kami secara internal hanya bisa mengingatkan, jangan lupa untuk berkoordinasi kalau ada perkembangan yang memungkinkan terjadinya resistensi, ancaman. Agar itu dikomunikasikan jauh-jauh hari," pungkasnya.

Seperti diketahui kasus kekerasan terakhir menimpa Ketua KPUD Tolitoli, Sulawesi Tengah Hambali Mansyur yang menderita luka setelah dianiaya oleh pendukung pasangan calon. Kekerasan yang terjadi karena ketidakpuasan pendukung pasangan calon atas penetapan peserta yang dilakukan pada Senin 24 Agustus 2015 lalu.

Adapun selama tahapan pilkada berjalan tercatat sudah ada empat kejadian kekerasan yang terjadi, diantaranya perusakan Kantor KPU Manggarai Barat, pembacokan calon kepala daerah di Lamongan, serta intimidasi kepada anggota KPU Mataram.

PILIHAN:

Incumbent Harus Cuti Ketika Hadiri Kampanye Pilkada

Mensesneg Akui Posisi Kepala Staf Kepresidenan Jadi Incaran
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
Kabar Duka, Mantan Dubes...
Kabar Duka, Mantan Dubes Prof Bachtiar Aly Meninggal Dunia
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved