Punya Rp6 M, Capim KPK Ini Ngaku Lupa Setor LHKPN
Kamis, 27 Agustus 2015 - 06:01 WIB
Punya Rp6 M, Capim KPK Ini Ngaku Lupa Setor LHKPN
A
A
A
JAKARTA - Panitia seleksi (Pansel) Calon pemimpin (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Irjen (Purn) Yotje Mende soal Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang lama tidak disetor ke KPK.
Menurut catatan yang dimiliki pansel, jenderal polisi bintang dua itu terakhir kali menyetor LHKPN pada 2007 lalu. "Bapak tidak malas isi LHKPN kan?" tanya anggota Pansel Capim KPK Harkristuti Harkrisnowo dalam tes wawancara di Gedung Setneg, Jakarta Pusat, Rabu 26 Agustus 2015.
Yotje berkilah, telah menerima formulir pengisian LHKPN sejak bertugas di Kepulauan Riau. Karena keterbatasan waktu, Yotje tidak sempat mengisinya. Meski demikian, Yotje tetap menganggap melaporkan harta kekayaan itu penting.
"Sebagai manusia mungkin lupa, walau (formulir LHKPN) itu di meja," katanya.
Tak hanya itu, Harkristuti juga menyatakan curiga atas transaski keuangan yang dilakukan Yotje pada kurun 2013 lalu.
Menurut Yotje, transaksi keuangan yang tinggi itu berasal dari usaha sewa mobil yang dirintis sejak 2009 di Gorontalo. Yotje mengatakan, pada 2009, harta kekayaannya sekitar Rp3 miliar.
Selain usaha sewa mobil, Yotje mengaku memiliki usaha Sky Martdi Sorong. Usaha ini merupakan hasil kerja sama antara Yojtje dengan sepupunya.
"Kini harta saya perhitungan seluruhnya hampir Rp6 miliar," ucap Yotje.
Pilihan:
Pesawat Tempur TNI AU Serang Angkatan Udara Australia
SBY: Persoalan Bangsa Bermuara pada Kepemimpinan
Menurut catatan yang dimiliki pansel, jenderal polisi bintang dua itu terakhir kali menyetor LHKPN pada 2007 lalu. "Bapak tidak malas isi LHKPN kan?" tanya anggota Pansel Capim KPK Harkristuti Harkrisnowo dalam tes wawancara di Gedung Setneg, Jakarta Pusat, Rabu 26 Agustus 2015.
Yotje berkilah, telah menerima formulir pengisian LHKPN sejak bertugas di Kepulauan Riau. Karena keterbatasan waktu, Yotje tidak sempat mengisinya. Meski demikian, Yotje tetap menganggap melaporkan harta kekayaan itu penting.
"Sebagai manusia mungkin lupa, walau (formulir LHKPN) itu di meja," katanya.
Tak hanya itu, Harkristuti juga menyatakan curiga atas transaski keuangan yang dilakukan Yotje pada kurun 2013 lalu.
Menurut Yotje, transaksi keuangan yang tinggi itu berasal dari usaha sewa mobil yang dirintis sejak 2009 di Gorontalo. Yotje mengatakan, pada 2009, harta kekayaannya sekitar Rp3 miliar.
Selain usaha sewa mobil, Yotje mengaku memiliki usaha Sky Martdi Sorong. Usaha ini merupakan hasil kerja sama antara Yojtje dengan sepupunya.
"Kini harta saya perhitungan seluruhnya hampir Rp6 miliar," ucap Yotje.
Pilihan:
Pesawat Tempur TNI AU Serang Angkatan Udara Australia
SBY: Persoalan Bangsa Bermuara pada Kepemimpinan
(maf)