Pandangan Din Syamsuddin Soal Perubahan Iklim

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 17:36 WIB
Pandangan Din Syamsuddin...
Pandangan Din Syamsuddin Soal Perubahan Iklim
A A A
JAKARTA - Seratusan tokoh Islam dari beberapa negara deklarasikan respons umat Islam terhadap malapetaka dunia, perubahan iklim dan pemanasan global.

Mereka terdiri dari para ulama, cendekiawan, dan aktivis lingkungan Muslim. Dari Indonesia hadir Ketua Umum MUI Pusat Din Syamsuddin dan Wakil Direktur Pusat Studi Islam Universitas Nasional Fachruddin Mangunjaya, serta ada Nana Firman aktivis Green Faith, asal Indinesia yang bermukim di AS.

Setelah berdiskusi selama dua hari dalam International Symposium on Islamic Climate Change, mereka mengeluarkan deklarasi tentang pandangan dan sikap umat Islam terhadap masalah perubahan iklim.

Pada intinya, deklarasi menegaskan keprihatinan umat Islam sedunia terhadap krisis iklim dan lingkungan hidup global yang telah membawa dampak buruk serius terhadap kehidupan dan peradaban umat manusia.

"Seperti adanya panas ekstrim yang melanda beberapa negara, India, Pakistan, dan Mesir yang membawa korban, dan lain sebagainya," kata Din di Istanbul Turki, Sabtu (22/8/2015).

Menurut Din, berdasarkan ajaran Islam yang menekankan tauhid atau kesatuan penciptaaan yang karenanya alam memiliki dimensi suci, dan manusia berfungsi sebagai wakil Tuhan di muka bumi, maka deklarasi menyerukan umat manusia untuk melakukan langkah perbaikan dan menghentikan merusak lingkungan hidup.

"Deklarasi juga mendesak kepada pemerintah negara-negara di dunia untuk menekan peningkatan emisi dan efek rumah kaca serendah mungkin," ucap Din.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menjelaskan, Islam adalah agama alam (religion of nature) dan membawa pesan kerahmatan dan kesemestaan (rahmatan lil alamin).

"Maka seyogyanya umat Islam tampil sebagai leader dalam menanggulangi kerusakan global," pungkasnya.

Deklarasi dan pikiran dari Simposium Istanbul ini akan disampaikan pada pertemuan dunia lanjutan, antara lain, Konferensi agama-agama untuk pembangunan berkelanjutan di Bristol, Inggris 8-9 September, dan COP 2015 di Paris yang melibatkan wakil-wakil negara dan masyarakat seluruh dunia.
(maf)
Berita Terkait
Modifikasi Cuaca Berlanjut...
Modifikasi Cuaca Berlanjut hingga 9 September 2023
Prakiraan Cuaca 5 Kota...
Prakiraan Cuaca 5 Kota Besar di Indonesia, Sebagian Cerah Berawan
Puasa Ramadhan Hari...
Puasa Ramadhan Hari Ke-15, Cuaca Jakarta Cenderung Panas Sepanjang Hari
Cuaca Jabodetabek Diprediksi...
Cuaca Jabodetabek Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Era Baru Dunia Meteorologi,...
Era Baru Dunia Meteorologi, Pentingnya Kolaboratif terkait Informasi Cuaca
Cuaca DKI Hari Ini,...
Cuaca DKI Hari Ini, Waspadai Hujan Disertai Kilat di Jaksel dan Jaktim
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved