Ini Sikap Fraksi PDIP di DPR Mengenai Pernyataan Megawati soal KPK
Rabu, 19 Agustus 2015 - 03:13 WIB
Ini Sikap Fraksi PDIP di DPR Mengenai Pernyataan Megawati soal KPK
A
A
A
JAKARTA - Fraksi PDI Perjuangan di DPR-RI menyayangkan munculnya pemberitaan yang menyebut Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyetujui pembubaran lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Langkah hukum pun dipertimbangkan untuk ditempuh terhadap sejumlah media yang menulis berita yang dinilai sangat tidak akurat dan merugikan bagi citra Megawati dan PDIP.
Sikap ini disampaikan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto dalam pernyataan pers di Jakarta, Rabu (18/8/2015) dinihari.
Sebagaimana diketahui, Megawati menjadi pembicara kunci di Seminar Konstitusi “Mengkaji Wewenang MPR dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia” yang digelar MPR, Selasa (18/8/2015) pagi.
Pria yang akrab disapa dengan nama Bambang Pacul ini mengatakan wajar Fraksi PDIP bereaksi atas pemberitaan itu.
“Ibu Megawati sudah dijelekkan namanya dengan munculnya berita itu. Masak kami berdiam diri saja. Ini benar-benar diplintir. Ini plintir yang sangat luar biasa. Wajar kami menunjukkan kemarahan,” tegasnya.
“Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI kaget dan sangat menyayangkan pemberitaan media yang menulis Ibu Megawati meminta KPK dibubarkan. Apalagi kami melihat dan membaca reaksi di sosial media yang seolah-olah mengesankan pemberitaan itu benar adanya. Saya bersama 500an orang mendengarkan dengan seksama pidato Ibu Megawati sejak awal hingga pidato selesai. Tidak benar Bu Mega meminta KPK dibubarkan sebagaimana yang ditulis,” timpal Wuryanto.
Memahami reaksi publik yang negatif itu, sebagai pimpinan fraksi, Bambang Wuryanto memutuskan akan menggelar rapat internal fraksi pada Rabu 19 Agustus pukul 11.00 WIB secara khusus membahas dampak pemberitaan itu dan langkah yang akan ditempuh setelah munculnya berita itu.
“Kami sangat menyayangkan pemberitaan tersebut, Ini sudah sangat melintir terlalu jauh. Ini bisa disomasi. Namun, sikap apa yang akan diputuskan sepenuhnya akan dibicarakan di rapat nanti,” jelasnya.
Langkah hukum pun dipertimbangkan untuk ditempuh terhadap sejumlah media yang menulis berita yang dinilai sangat tidak akurat dan merugikan bagi citra Megawati dan PDIP.
Sikap ini disampaikan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto dalam pernyataan pers di Jakarta, Rabu (18/8/2015) dinihari.
Sebagaimana diketahui, Megawati menjadi pembicara kunci di Seminar Konstitusi “Mengkaji Wewenang MPR dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia” yang digelar MPR, Selasa (18/8/2015) pagi.
Pria yang akrab disapa dengan nama Bambang Pacul ini mengatakan wajar Fraksi PDIP bereaksi atas pemberitaan itu.
“Ibu Megawati sudah dijelekkan namanya dengan munculnya berita itu. Masak kami berdiam diri saja. Ini benar-benar diplintir. Ini plintir yang sangat luar biasa. Wajar kami menunjukkan kemarahan,” tegasnya.
“Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI kaget dan sangat menyayangkan pemberitaan media yang menulis Ibu Megawati meminta KPK dibubarkan. Apalagi kami melihat dan membaca reaksi di sosial media yang seolah-olah mengesankan pemberitaan itu benar adanya. Saya bersama 500an orang mendengarkan dengan seksama pidato Ibu Megawati sejak awal hingga pidato selesai. Tidak benar Bu Mega meminta KPK dibubarkan sebagaimana yang ditulis,” timpal Wuryanto.
Memahami reaksi publik yang negatif itu, sebagai pimpinan fraksi, Bambang Wuryanto memutuskan akan menggelar rapat internal fraksi pada Rabu 19 Agustus pukul 11.00 WIB secara khusus membahas dampak pemberitaan itu dan langkah yang akan ditempuh setelah munculnya berita itu.
“Kami sangat menyayangkan pemberitaan tersebut, Ini sudah sangat melintir terlalu jauh. Ini bisa disomasi. Namun, sikap apa yang akan diputuskan sepenuhnya akan dibicarakan di rapat nanti,” jelasnya.
(sms)