HUT RI, Pemerintah Abaikan Komunisme

Senin, 17 Agustus 2015 - 04:15 WIB
HUT RI, Pemerintah Abaikan...
HUT RI, Pemerintah Abaikan Komunisme
A A A
JAKARTA - Sudah 70 tahun Indonesia merdeka, NKRI justru terancam oleh maraknya gerakan separatisme dan komunisme.

Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz berpendapat, gerakan separatisme dan komunisme muncul lantaran pemerintah masih bimbang dengan masalah yang dihadapi. Sehingga masalah NKRI dan Pancasila terlewatkan. Bahkan, pemerintah justru sibuk dengan pencitraan.

"Kita yang tidak banyak berbuat tapi banyak berkata-kata. Sehingga banyak euforia yang terlewatkan yang semestinya dideteksi," kata Djan dalam acara Tayakuran Kemerdekaan RI di Kantor DPP PPP, Jakarta, Minggu (16/8/2015) malam.

Menurut Djan, dirinya tidak dapat memahami adanya pernyataan bahwa dengan keluarnya bendera dan logo PKI malah dianggap sejarah. Tapi, PPP tentu tidak menganggap itu sebagai sejarah, apa maksudnya memunculkan sejarah tapi PKI.

"Islam sudah cukup menjadi korban atas tindakan komunis. Mereka benar-benar menyudutkan Islam sebagai agama mayoritas," tandasnya.

  • Alasan Tampilnya Atribut PKI dalam Karnaval HUT RI ke-70
  • Peserta Karnaval HUT Kemerdekaan Bawa Atribut PKI

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR Dimyati Natakusumah berpendapat, situasi dan kondisi seperti ini tergantung pada pemimpinnya. Jika pemimpinnya lemah, maka stabilitas negara juga akan terganggu dan mengganggu Indonesia untuk bersatu padu.

"Kita prihatin dengan kondisi bangsa seperti ini, seperti kejadian di Tolikara. Dan parpol PPP dan Golkar sedang dalam situasi konflik. Ini akibat kurangnya sense of belonging dari pemerintah," kata Dimyati kepada wartawan.

Menurut Dimyati, disintegrasi bangsa harus jadi perhatian khusus dimana hal ini disebabkan oleh kondisi perekonomian yang sedang turun dan semua harga bahan dan kebutuhan naik, tentunya hal ini sangat mencekik rakyat. Karena itu, semua harus bersatu padu, melakukan muhasabah supaya Indonesia tetap bersatu

"Pokoknya PPP mengutuk keras gerakan separatisme," tegas Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP itu.
(hyk)
Berita Terkait
5 Film Bertema Kebangsaan...
5 Film Bertema Kebangsaan untuk Rayakan HUT ke-78 RI
Twibbon HUT Kemerdekaan...
Twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang Menarik Siap Diunduh
5 Rekomendasi Jajanan...
5 Rekomendasi Jajanan Jadul untuk Rayakan HUT Ke-77 RI
7 Makna Logo HUT ke-77...
7 Makna Logo HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat
Ini Makna Logo HUT ke-76...
Ini Makna Logo HUT ke-76 RI
Inilah Arti dan Makna...
Inilah Arti dan Makna Logo 75 Kemerdekaan RI
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved