Pidato Kenegaraan Jokowi Sangat Mengecewakan

Sabtu, 15 Agustus 2015 - 06:03 WIB
Pidato Kenegaraan Jokowi...
Pidato Kenegaraan Jokowi Sangat Mengecewakan
A A A
JAKARTA - Pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak memenuhi ekspektasi publik. Bahkan, pidato tersebut dinilai sangat mengecewakan.

Pasalnya, Jokowi tidak menjelaskan langkah-langkah pemerintah secara jelas sementara banyak hal yang perlu dijelaskan Jokowi termasuk soal reshuffle. Padahal, Jokowi diberikan tiga kali kesempatan berpidato.

"Pidato yang dilakukan Jokowi tadi siang (kemarin) sama sekali tidak memenuhi ekspektasi publik dan sangat mengecewakan. Yang ada Jokowi hanya menjelaskan secara garis besar," tandas Kepala Departemen Penelitian dan Konsultasi Politik PARA Syndicate, Toto Sugiarto saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta, Jumat 14 Agustus 2015 kemarin.

Toto berpendapat, Jokowi sedang bermain aman dengan tidak menjelaskan secara detil dan mendalam tentang sejumlah isu di pemerintahan. Seperti misalnya, masalah reshuffle di mana Jokowi hanya menjelaskan secara umum saja, begitu juga dengan pencapaian dan kekurangan pemerintah selama menjabat.

Bahkan ada juga pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta seperti pada topik parpol bersengketa. "Saya kira Jokowi tidak ingin membahas itu terlalu dalam karena perdebatan atau respons publik akan sangat luas, dengan menyinggung sedikit saja tidak banyak juga pertanggungjawaban yang diungkapkan oleh Presiden," jelas Toto.

Menurut Toto, ini sangat disayangkan mengingat Jokowi diberikan kesempatan sebanyak tiga kali pidato dengan durasi 30 menit per pidatonya. Tapi, dalam pidato pertama Jokowi hanya menjelaskan tugas lembaga negara, pidato kedua hanya menjelaskan secara garis besar, dan tentang konflik parpol jelas tidak mencerminkan fakta.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai, pidato Jokowi masih sekedar retorika belaka. Seperti misalnya pidato tentang parpol, jika pemerintah menginginkan persatuan seharusnya konflik yang terjadi di PPP dan Partai Golkar diselesaikan, bukan dipecah belah.

"Jangan yang diomongkan dan dilaksanakan berbeda. Kita dukung apa yang diomongin itu tapi yang dilaksanakan belum tentu," tandas Wakil Ketua Umum DPP Parrtai Gerindra itu usia sidang.
(kri,ars)
Berita Terkait
5 Film Bertema Kebangsaan...
5 Film Bertema Kebangsaan untuk Rayakan HUT ke-78 RI
Twibbon HUT Kemerdekaan...
Twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang Menarik Siap Diunduh
5 Rekomendasi Jajanan...
5 Rekomendasi Jajanan Jadul untuk Rayakan HUT Ke-77 RI
7 Makna Logo HUT ke-77...
7 Makna Logo HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat
Ini Makna Logo HUT ke-76...
Ini Makna Logo HUT ke-76 RI
Inilah Arti dan Makna...
Inilah Arti dan Makna Logo 75 Kemerdekaan RI
Berita Terkini
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved