Pengamat: Reshuffle Kabinet Belum Sesuai Ekspektasi Pasar
Sabtu, 15 Agustus 2015 - 05:07 WIB
Pengamat: Reshuffle Kabinet Belum Sesuai Ekspektasi Pasar
A
A
A
DEPOK - Perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai belum sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal ini terlihat dari respon pasar yang biasa saja usai pengumuman reshuffle.
"Belum cukup untuk mendorong kinerja ekonomi," kata ekonom Universitas Indonesia (UI) Rizal E Halim, Jumat 14 Agustus 2015 kemarin. Menurut Rizal, kurangnya sentimen positif pasar atas perombakan tersebut karena masih ada sejumlah pos yang selama ini tidak optimal bahkan kontraproduktif.
Pos-pos ekonomi tersebut berada di garda terdepan implementasi program kerja Presiden Jokowi. Seperti misalnya Menteri Koperasi UMKM, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Pembangunan Desa, merupakan pos-pos yang perlu mendapat perhatian untuk dioptimalkan.
Rizal melanjutkan, terlepas dari itu langkah Jokowi patut diapresiasi walaupun memang bukan berarti tidak ada reshuffle jilid kedua. Karena yang dibutuhkan publik saat ini adalah dampak program-program kerja Jokowi sesuai janji-janji politik pada saat pilpres lalu.
"Kabinet ekonomi saat ini dihadapkan pada tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan pasar domestik sehingga optimisme ekonomi dapat terus ditingkatkan," ungkapnya. Rizal juga memberikan apresiasi kepada sejumlah nama-nama yang masuk dalam kebinet Jokowi dan merupakan langkah tepat untuk membenahi sejumlah persoalan ekonomi domestik.
"Nama-nama seperti Darmin Nasution, Rizal Ramli, tentunya akan memberi dampak psikologi yang kuat bagi kepercayaan pasar," katanya.
"Belum cukup untuk mendorong kinerja ekonomi," kata ekonom Universitas Indonesia (UI) Rizal E Halim, Jumat 14 Agustus 2015 kemarin. Menurut Rizal, kurangnya sentimen positif pasar atas perombakan tersebut karena masih ada sejumlah pos yang selama ini tidak optimal bahkan kontraproduktif.
Pos-pos ekonomi tersebut berada di garda terdepan implementasi program kerja Presiden Jokowi. Seperti misalnya Menteri Koperasi UMKM, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Pembangunan Desa, merupakan pos-pos yang perlu mendapat perhatian untuk dioptimalkan.
Rizal melanjutkan, terlepas dari itu langkah Jokowi patut diapresiasi walaupun memang bukan berarti tidak ada reshuffle jilid kedua. Karena yang dibutuhkan publik saat ini adalah dampak program-program kerja Jokowi sesuai janji-janji politik pada saat pilpres lalu.
"Kabinet ekonomi saat ini dihadapkan pada tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan pasar domestik sehingga optimisme ekonomi dapat terus ditingkatkan," ungkapnya. Rizal juga memberikan apresiasi kepada sejumlah nama-nama yang masuk dalam kebinet Jokowi dan merupakan langkah tepat untuk membenahi sejumlah persoalan ekonomi domestik.
"Nama-nama seperti Darmin Nasution, Rizal Ramli, tentunya akan memberi dampak psikologi yang kuat bagi kepercayaan pasar," katanya.
(whb)