Kejagung Siap Eksekusi Putusan Perkara Supersemar Rp4,4 Triliun

Selasa, 11 Agustus 2015 - 14:05 WIB
Kejagung Siap Eksekusi...
Kejagung Siap Eksekusi Putusan Perkara Supersemar Rp4,4 Triliun
A A A
JAKARTA - Kejaksaan Agung segera mengeksekusi putusan Mahkamah Agung yang mewajibkan keluarga mantan Presiden Soeharto membayar Rp4,4 triliun kepada negara.

Rencana eksekusi itu menindaklanjuti putusan MA yang mengabulkan peninjauan kembali (PK) pemerintah sekaligus membatalkan putusan kasasi perkara ini

Jaksa Agung HM Prasetyo belum bisa memastikan kapan eksekusi akan dilaksanakan.

"Kalau itu berkaitan dengan pidana, akan dieksekusi. Kalau keputusan sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap) harus dieksekusi," tutur Prasetyo usai menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional tahun 2015 di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8/2015).

Menurut dia, perlu adanya upaya untuk memeriksa kembali aset sebelum melakukan eksekusi. "Kalau pidana, eksekutornya jaksa," tandasnya.

Kendati demikian pihaknya siap melakukan eksekusi terhadap putusan MA mengenai perkara Yayasan Supersemar tersebut. "Kalau itu sudah jadi keputusan, kenapa tidak eksekusi," tuturnya.

Kasus dana Supersemar berawal saat Presiden Soeharto menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1976 yang menentukan bank negara harus menyetor 50% dari 5% sisa laba bersihnya ke Yayasan Supersemar.

Yayasan Supersemar mengantongi dana sejumlah USD420 juta dan Rp185 miliar, sejak tahun 1976 sampai Soeharto lengser.

Akan tetapi, negara mensinyalir terjadi penyelewengan dana yang seyogyanya untuk membiayai pendidikan rakyat Indonesia itu.

Kemudian Kejaksaan Agung mewakili negara menggugat Yayasan Supersemar yang diketuai Soeharto atas dugaan melakukan perbuatan melawan hukum.

Pada 27 Maret 2008 silam, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Kejaksaan Agung dan menghukum Yayasan Supersemar membayar ganti kerugian kepada negara sejumlah USD105 juta dan Rp46 miliar.

Lalu pada 19 Februari 2009 silam, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Lalu, pada 19 Februari 2009 silam, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kemudian, vonis itu pun makin diperkuat MA dan menghukum Yayasan Supersemar membayar kepada penggugat.

Akan tetapi saat itu terjadi kesalahan pengetikan sehingga kerugian yang harus dibayar menjadi Rp185.918.904, padahal seharusnya Rp185 miliar.

Vonis itu pun semakin diperkuat MA dan menghukum Yayasan Supersemar membayar ganti rugi kepada penggugat

Akan tetapi, terjadi kesalahan pengetikan sehingga kerugian yang harus dibayar menjadi Rp185.918.904 dari seharusnya Rp185 miliar.

Majelis hakim yang mengetok vonis kasasi pada 28 Oktober 2010 itu adalah Hakim Agung Harifin Tumpa dibantu Hakim Anggota Rehngena Purba dan Dirwoto.

Akibat kesalahan ketik itu, jaksa tidak dapat mengeksekusi putusan itu dan mengajukan langkah hukum peninjauan kembali (PK) ke MA pada September 2013.
Pada saat yang sama, Yayasan Supersemar juga ikut turut mengajukan PK.

Berdasarkan putusan MA di website resminya belum lama ini, MA mengabulkan PK yang diajukan Kejagung dan menolak PK yang diajukan Yayasan Supersemar. Vonis itu diketok pada 8 Juli 2015, oleh Wakil Ketua MA bidang Nonyudisial, Hakim Agung Suwardi dengan Anggota Majelis Soltony Mohdally dan Mahdi Soroinda Nasution.

Sesuai kurs pada situs resmi MA hari Senin 10 Agustus 2015, keluarga Soeharto dan ahli warisnya harus memberikan ganti rugi kepada negara sejumlah Rp4.309.200.000.000 plus Rp139 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp 4,4 triliun.

PILIHAN:


ICW Temukan 23 Capim KPK yang Diduga Bermasalah
(dam)
Berita Terkait
Cerita Mahfud MD dan...
Cerita Mahfud MD dan para Mantan Menteri Penerima Beasiswa Supersemar
Peristiwa Mencekam Usai...
Peristiwa Mencekam Usai Supersemar, 15 Menteri Bung Karno dan Perwira Militer Ditangkap
Detik-detik Menegangkan...
Detik-detik Menegangkan Terbitnya Supersemar, Soeharto Sakit Tenggorokan dan Bung Karno Tinggalkan Rapat Kabinet
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved