Pelarian Romantis di Atas Pucuk-Pucuk Pohon

Senin, 10 Agustus 2015 - 10:44 WIB
Pelarian Romantis di...
Pelarian Romantis di Atas Pucuk-Pucuk Pohon
A A A
Saat Joey dan Shannon Hodgson membakar beberapa lembar halaman terakhir dari buku How to Take Six Months Off , mereka tidak tahu jika mereka mampu bertahan malam itu.

Pasangan itu bergegas pulang dari liburan akhir pekan pada musim dingin di Menara Pemantau Kebakaran Pegunungan Warner di Central Oregon. Malangnya, badai bergerak cepat, menurunkan salju setebal tiga kaki di jalanan.

Lantaran radang beku (frostbit ) dan ketakutan, mereka akhirnya diselamatkan oleh tim penyelamat yang berjarak hanya satu mil dari mobil mereka setelah menghabiskan waktu semalam dengan suhu di bawah nol.

Beberapa orang mungkin trauma setelah mengalami pengalaman berbahaya itu. Sebaliknya, bagi pasangan petualang pengalaman itu justru mendorong mereka untuk memenuhi mimpi yang selalu terbayang sejak dia menemukan menara pemantau kebakaran saat mendaki gunung pada usia 12 tahun.

Didorong oleh ambisinya melindungi hutan, mereka pun keluar dari pekerjaan dan selama enam bulan setiap tahun bekerja di menara pemantau kebakaran. Artinya, mereka menjadikan menara pemantau kebakaran itu sebagai tempat tinggal selama enam bulan.

Di sanalah mereka mengawasi ribuan hektare hutan dan melaporkan jika terjadi kebakaran di hutan tersebut. Joey menghitung, dia melaporkan rata-rata 100 kebakaran hutan per musim.

”Mengawasi (hutan) merupakan hidup kami,” ujar Joey melalui telepon dari lokasi pemantauannya di Lava Butte, di Central Oregon, 19 tahun setelah malam menakutkan tersebut. Pertama dibangun pada awal 1900-an, sekitar 8.000 menara pemantau kebakaran menyebar di hutan-hutan di penjuru Amerika Serikat (AS).

Ribuan menara itu terdapat mulai dari taman nasional hingga pegununganpegunungan terpencil. Menara-menara itu diisi oleh para pemantau yang digaji oleh pemerintah dan sukarelawan yang menghabiskan musim panas mereka dengan memantau pepohonan sekitar.

Ini merupakan profesi yang secara romantis ditulis oleh Jack Kerouac dalam buku fiksinya. Buku berjudul Dharma Bums itu ditulis saat dia menjadi seorang pemantau kebakaran hutan.

Jumlah menara pemantau kebakaran dan profesi sebagai pengawas kebakaran terus berkurang dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi itu terjadi akibat pemangkasan anggaran.

Saat ini pun hanya ada sekitar 826 staf yang mendapat gaji dari pemerintah AS sebagai pemantau kebakaran. Meski demikian, masih ada 2.552 menara pemantau kebakaran yang dapat disewa saat tidak digunakan. Dengan pemandangan yang indah, di atas pucuk-pucuk pohon, menara-menara itu menjadi tempat pelarian bagi para jiwa petualang.

”Karena ingin menikmati suasana kesendirian dan mencekam di menara pemantau kebakaran tanpa tanggung jawab sebagai staf, saya memutuskan untuk melepaskan diri dari rutinitas harian sebagai penulis lepas di Portland, Oregon, untuk berakhir pekan di atas pepohonan,” ungkap Britany Robinson menjelaskan alasannya menyewa menara tersebut. Menurut Robinson, dia ingin merasakan lepas dari peradaban.

Syarifudin
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved