Mempelajari Seni Gamelan hingga Teknik Membatik

Senin, 03 Agustus 2015 - 11:19 WIB
Mempelajari Seni Gamelan...
Mempelajari Seni Gamelan hingga Teknik Membatik
A A A
Sebanyak 18 pelajar asal Dominicus College in Nijmegen, Belanda, selama sepekan ini mengikuti pendidikan dan praktik lapangan di Wild Rescue Center yang dulu dikenal dengan Pusat Penyelamatan Satwa Yogyakarta (PPSJ).

Tidak hanya menjadi volunteer bagi para satwa yang terancam punah, mereka juga belajar seni dan kebudayaan yang ada di masyarakat Kulonprogo. Salah satunya adalah belajar memainkan gamelan di Sanggar Karawitan Lestari Budaya di Pedukuhan Cumethuk, Desa Kedungsari, Pengasih. Para pelajar yang masih berusia belasan tahun ini pun dikenalkan dengan beberapa jenis musik Jawa. Mulai dari kendang, saron, demung, gong, bonang maupun gender.

Mereka tidak hanya menonton, tetapi juga memainkan alat musik Jawa yang belum pernah mereka pegang. Sebab selama ini mereka lebih mengenal drum atau alat musik perkusi yang lebih modern. ”Ini pertama kali saya mainkan, saya sangat menikmatinya,” ujar Jimmy di sela memainkan gamelan. Para bule muda ini pun cukup antusias mendengarkan penjelasan dari para pelatih. Mereka juga dikenalkan dengan not angka yang terbilang cukup unik. Tak ayal, saat memainkan gamelan ini, mereka tampak kikuk. Namun dengan bimbingan dan arahan, mereka mulai lihai memainkan lagu yang mudah dimainkan.

”Masyarakat di sini juga cukup ramah,” ujarnya. Selain belajar gamelan, para pelajar ini juga dikenalkan dengan membatik. Mereka diajak untuk praktik langsung mencanting, yakni membuat gambar dan pola dengan canting menggunakan malam. Bahkan mereka juga diajari cara membuat batik cap, mewarnai hingga membuat desain lebih kreatif. ”Kita juga ingin mengenal budaya yang ada di Indonesia,” ujar Nicole Hamers, salah seorang guru di Dominicus college in Nijmegen.

Pendamping dari WRC Yogyakarta Rosalia Setiawati mengatakan, para pelajar ini datang ke WRC untuk melaksanakan kegiatan selama sepekan. Pada pagi hari mereka menjadi relawan dan membantu proses rehabilitasi satwa. Sementara siang hari mereka diajak mengenal dan terjun langsung dalam kegiatan dan budaya yang ada di Kulonprogo. Mulai dari memainkan gamelan, membatik hingga beberapa kegiatan lain. ”Mereka juga mengajarkan bahasa Inggris kepada para pemuda di sini,” jelasnya.

Para pelajar ini pun akan mengikuti kegiatan wisata di Yogyakarta dengan mengunjungi Malioboro. Mereka juga akan mengunjungi Candi Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah.

Kuntadi
Kulonprogo
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved