Jakbook Fair Ajang Raup Untung

Minggu, 02 Agustus 2015 - 09:34 WIB
Jakbook Fair Ajang Raup...
Jakbook Fair Ajang Raup Untung
A A A
Jakbook Edu Fair 2015, yang digelar selama seminggu- dari 27 Juli hingga 3 Agustus-di Parkir Timur Senayan, Jakarta, disambut cukup antusias oleh warga Jakarta.

Pada hari pertama penyelenggaraan animo pengunjung cukup tinggi. Para pengunjung terlihat menyesaki area berbagai stan penjualan buku umum seperti Gramedia, Mizan, hingga Serambi. Namun, tampaknya para pedagang buku dan alat perlengkapan sekolah menggunakan momen bermakna edukasi ini untuk meraup keuntungan.

Kenyataan ini membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak bisa menyembunyikan emosi. Sedianya, Jakbook Edu Fair 2015 dibuka oleh Gubernur Ahok. Namun, setelah ia menyaksikan sendiri harga yang dijual di stan-stan penjualan di atas harga pasar, Ahok pun membatalkan agenda pembukaan tersebut. ”Saya sempat berkeliling ke beberapa stan. Saya kaget melihat harga yang dibanderol cukup tinggi. Jadi, untuk apa warga DKI belanja di sini! Lebih baik cari tempat lain yang lebih murah,” ujarnya.

Alih-alih meresmikan Jakbook Edu Fair 2015, gubernur justru mengajak warga masyarakat Jakarta yang hendak mencari buku dan peralatan sekolah untuk membelinya di tempat lain. Dia menilai harga yang ditawarkan di setiap stan buku dan stan penjualan alatalat sekolah terlalu mahal. Meski tak membuka acara tersebut, Ahok sempat menyampaikan sambutan. Dalam sambutan itu ia mengkritik secara langsung Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) selaku inisiator.

Menanggapi teguran Gubernur DKI itu, Ketua IKAPI DKI Jakarta HE Efrizal Sinano langsung bertindak dengan melakukan investigasi ke stan-stan pameran di Jakbook Edu Fair 2015. Hasilnya, memang ada stan yang menjual buku dan peralatan sekolah dengan harga menyimpang dari perjanjian. Salah satu kesepakatan yang dibuat oleh IKAPI dengan peserta pameran adalah bersedia menjual buku dan peralatan sekolah dengan harga di bawah harga pasar.

Artinya, harga buku dan peralatan sekolah di Jakbook Edu Fair 2015 haruslah lebih murah ketimbang di pasaran. ”Kami mengucapkan maaf dan terima kasih kepada Pak Gubernur karena telah memberikan kritik yang membangun. Usai mendengar kritik tersebut, kami langsung melakukan sidak dan kami mengeluarkan dua peserta pameran yang menjual dengan harga yang tidak sesuai kesepakatan,” ujarnya.

Pelanggaran di hari pertama Jakbook Edu Fair tersebut harus dijadikan pengingat bagi setiap elemen yang berkontribusi pada pameran. Kesepakatan yang telah dibuat harus dijalankan dengan komitmen yang tinggi. Diharapkan, kecurangan dan pelanggaran di Jakbook Edu Fair 2015 tidak ditemukan lagi di lain kesempatan.

Imas damayanti
(ars)
Berita Terkait
Perjalanan Budaya Warisan...
Perjalanan Budaya Warisan Budaya Indonesia Foundation
Jaga Kebudayaan Nusantara...
Jaga Kebudayaan Nusantara di Era Modern, WBI Foundation Gelar Acara Jagantara
Melestarikan Budaya...
Melestarikan Budaya Indonesia di Era Modern Lewat Jagantara 2.0
Turut Terjun Lestarikan...
Turut Terjun Lestarikan Budaya, Tenant Fashion di Jagantara Didominasi Brand Anak Muda
Dimulai Hari Ini, Jagantara...
Dimulai Hari Ini, Jagantara Ajak Anak Muda Belajar Lebih dalam Budaya Indonesia
Upaya Melestarikan Pencak...
Upaya Melestarikan Pencak Silat Beksi Melalui Festival Budaya 2022
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
4 Pebulu Tangkis Smash...
4 Pebulu Tangkis Smash Terkeras di Ajang All England 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved