Mahfud MD Mengaku Percaya Pengakuan Yulianis Soal Nazar & KPK
Kamis, 30 Juli 2015 - 21:59 WIB
Mahfud MD Mengaku Percaya Pengakuan Yulianis Soal Nazar & KPK
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan sangat mempercayai apa yang dikatakan mantan pegawai mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Yulianis.
Yakni, keterangan Yulianis terkait kasus korupsi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Saya percaya Yulianis karena isinya itu kan sudah diketahui orang. Isinya kan tiga hal, pertama, bahwa orang dipenjara itu keluar secara aneh karena seharusnya kan di dalam dan itu yang dilaporkan Yulianis tapi enggak ada yang tulis," ujar Mahfud di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/07/2015).
Kemudian, lanjut Mahfud, kesaksian Yulianis di KPK tentang Anas tidak dijadikan bahan pertimbangan yang proporsional bahwa Nazaruddin masih mengendalikan perusahaannya dari penjara.
"Yulianis juga suarakan, dan bagi saya persoalan itu sudah dikemukakan sudah lama cuma waktu itu. Saya ingin tahu apa benar ini Yulianis. Sesudah ketemu memang benar dia Yulianis, sesudah saya cek KTP dan alamatnya serta saat diskusi juga nyambung, saya meyakini memang benar itu Yulianis," ungkapnya.
Kendati demikian, kata Mahfud, di balik pertemuannya dengan Yulianis sifatnya hanya saling menunjukkan jati diri. "Dan kalau substansi saya sudah sejak awal sepakat," tandasnya.
Namun, saat ditanya apakah Anas Urbaningrum merupakan korban kriminalisasi KPK? Mahfud enggan menjawab pertanyaan tersebut secara gamblang.
Pasalnya, Mahfud menilai, keterangan Yulianis sudah sangat jelas terkait kasus Anas dan bagaimana pola pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Anas selama ini.
"Ya tidak tahu lah. Begini, apa yang disampaikan Yulianis saya percaya. Tetapi ada faktor lain yang belum saya dengar selain dari Yulianis dan saya juga anggap KPK itu sudah ceroboh. Karena menurut Yulianis saat diperiksa, Nazarudin bisa datang ke situ padahal anak buahnya (Yulianis) yang diperiksa tiba-tiba Nazarudin bisa datang itu yang kesatu."
"Kedua, BAP juga yang seharusnya dimiliki KPK saja. Tapi kok bisa dimiliki orang, karena ternyata saat dipanggil sudah ada BAP-nya dan yang begitu saya percaya dan saya anggap KPK lakukan kecerobohan dan akhirnya KPK ambruk seperti sekarang. Mudah-mudahan di bawah Ruki KPK bisa bangkit kembali," tandas Mahfud.
PILIHAN:
Kicauan Yulianis Soal Nazar & KPK, Bikin Mahfud Bereaksi
Kicauan Yulianis Cermin Hukum di Indonesia Bobrok
Yakni, keterangan Yulianis terkait kasus korupsi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Saya percaya Yulianis karena isinya itu kan sudah diketahui orang. Isinya kan tiga hal, pertama, bahwa orang dipenjara itu keluar secara aneh karena seharusnya kan di dalam dan itu yang dilaporkan Yulianis tapi enggak ada yang tulis," ujar Mahfud di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/07/2015).
Kemudian, lanjut Mahfud, kesaksian Yulianis di KPK tentang Anas tidak dijadikan bahan pertimbangan yang proporsional bahwa Nazaruddin masih mengendalikan perusahaannya dari penjara.
"Yulianis juga suarakan, dan bagi saya persoalan itu sudah dikemukakan sudah lama cuma waktu itu. Saya ingin tahu apa benar ini Yulianis. Sesudah ketemu memang benar dia Yulianis, sesudah saya cek KTP dan alamatnya serta saat diskusi juga nyambung, saya meyakini memang benar itu Yulianis," ungkapnya.
Kendati demikian, kata Mahfud, di balik pertemuannya dengan Yulianis sifatnya hanya saling menunjukkan jati diri. "Dan kalau substansi saya sudah sejak awal sepakat," tandasnya.
Namun, saat ditanya apakah Anas Urbaningrum merupakan korban kriminalisasi KPK? Mahfud enggan menjawab pertanyaan tersebut secara gamblang.
Pasalnya, Mahfud menilai, keterangan Yulianis sudah sangat jelas terkait kasus Anas dan bagaimana pola pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Anas selama ini.
"Ya tidak tahu lah. Begini, apa yang disampaikan Yulianis saya percaya. Tetapi ada faktor lain yang belum saya dengar selain dari Yulianis dan saya juga anggap KPK itu sudah ceroboh. Karena menurut Yulianis saat diperiksa, Nazarudin bisa datang ke situ padahal anak buahnya (Yulianis) yang diperiksa tiba-tiba Nazarudin bisa datang itu yang kesatu."
"Kedua, BAP juga yang seharusnya dimiliki KPK saja. Tapi kok bisa dimiliki orang, karena ternyata saat dipanggil sudah ada BAP-nya dan yang begitu saya percaya dan saya anggap KPK lakukan kecerobohan dan akhirnya KPK ambruk seperti sekarang. Mudah-mudahan di bawah Ruki KPK bisa bangkit kembali," tandas Mahfud.
PILIHAN:
Kicauan Yulianis Soal Nazar & KPK, Bikin Mahfud Bereaksi
Kicauan Yulianis Cermin Hukum di Indonesia Bobrok
(kri)