Setara: Alasan Polri Minta TNI Latih Brimob Tak Masuk Akal

Selasa, 28 Juli 2015 - 14:57 WIB
Setara: Alasan Polri...
Setara: Alasan Polri Minta TNI Latih Brimob Tak Masuk Akal
A A A
JAKARTA - Alasan Polri meminta TNI melatih pasukan Brigadir Mobil (Brimob) untuk perburuan teroris dan melatih survival system aparat di tengah hutan dinilai tidak masuk akal. Hal itu mencerminkan ketidakpahaman Polri dalam menjalankan tugas keamanan dan penegakan hukum.

Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, patut diingat bahwa pemberantasan terorisme adalah operasi penegakan hukum dan keamanan. Sehingga, tidak melulu menggunakan pendekatan keamanan (militer).

Lebih lanjut, kata dia, justru lantaran seringnya dominasi pendekatan keamanan dalam memberantas terorisme, kinerja pemberantasan terorisme seringkali memproduksi teroris baru.

"Dengan pernyataan Polri, publik menjadi mafhum mengapa selama ini pemberantasan terorisme lebih mengedepankan pendekatan keamanan dibanding pendekatan hukum," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Selasa (28/7/2015).

Dia menambahkan, alasan Polri yang kembali meminta TNI melatih Brimob sekali lagi bukan jalan lurus meningkatkan profesionalitas Polri.

"Jika pun Polri membutuhkan TNI maka dalam UU TNI dikenal tugas operasi militer selain perang (OMPS) dengan mekanisme BKO sekalipun, sayangnya UU Perbantuan Militer sampai saat ini belum dibentuk oleh pemerintah dan DPR," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan dua Kompi pasukan Brimob akan dikirim untuk menjalani pelatihan oleh Kopassus.

"Kan kita dalam penegakan hukum pengejaran terhadap santoso yang ada di gunung-gunung dan hutan, oleh karena itu kita perlu peningkatan tertentu saja, bagaimana kita bisa survive, penjajakan di hutan, kan enggak bisa anggota Brimob bertahan di hutan," ujar Badrodin, kemarin malam.

Dia menambahkan, selama ini Densus 88 Antiteror tidak diperuntukkan di hutan. "Terorisnya ini ada di hutan ya kita harus punya kemampuan itu. Yang bisa punya kemampuan itu Kopassus, itu item-item materi yang kami mintakan," ungkapnya.

PILIHAN:

Penjelasan Polri Soal Latihan Raider untuk Brimob

Polri Diminta Hati-hati Brimob Diberi Pelatihan Raider
(kri)
Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Mutasi Polri, Brigjen...
Mutasi Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Ditunjuk Jadi Kadiv Propam
Begini Suasana Pengamanan...
Begini Suasana Pengamanan Mabes Polri Pasca Penyerangan Teroris
Profil Irjen Pol Ramdani...
Profil Irjen Pol Ramdani Hidayat, Alumni Akpol 1990 yang Jabat Dankor Brimob
Berita Terkini
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved