Inggris Tertarik Garap Infrastruktur

Selasa, 28 Juli 2015 - 08:02 WIB
Inggris Tertarik Garap...
Inggris Tertarik Garap Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Pemerintah Inggris sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi terutama guna memenuhi harapan Indonesia terhadap diverifikasi investasi Inggris dari minyak ke infrastruktur.

Komitmen Inggris itu diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seusai menerima kunjungan kenegaraan PM Inggris David Cameron dan delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Dalam kunjungan yang kedua kalinya ke Jakarta, Cameron membawa sejumlah pengusaha besar Inggris untuk berinvestasi di Indonesia. Jokowi berharap pertumbuhan investasi Inggris dalam bidang infrastruktur di Tanah Air terus meningkat.

Menurut Presiden, Indonesia sangat menyambut baik pertumbuhan investasi Inggris yang meningkat 34,5% tahun lalu. ”Saya mengharapkan Inggris dapat memberlakukan tarif masuk yang lebih rendah bagi produk Indonesia seperti kayu, pakaian, kopi, dan produk perikanan,” ujar Presiden di Istana Merdeka Jakarta. Pertemuan kedua kepala pemerintahan diawali dengan perbincangan empat mata, yang dilanjutkan pertemuan bilateral delegasi Inggris dengan beberapa menteri Kabinet Kerja yang dipimpin langsung oleh Presiden.

Di akhir pertemuan bilateral, kedua kepala pemerintahan menyaksikan penandatanganan empat kesepakatan kerja sama antarnegara di bidang maritim, ruang angkasa sipil, pemberantasan terorisme dan tindak kejahatan lintas batas, serta kerja sama kemitraan research dan inovasi. Selama pertemuan bilateral yang berlangsung selama hampir satu jam, Presiden Jokowi juga membahas mengenai rencana pembebasan visa kunjungan wisata bagi warga negara Indonesia.

”Kemudian permintaan agar dilakukan kerja sama pembebasan visa bagi pemegang paspor dinas dan diplomatik,” ujar Presiden. Dalam pertemuan yang berjalan sangat terbuka dan produktif itu, juga dibahas mengenai penegasan PM Inggris yang menghormati integritas wilayah Republik Indonesia. Kedua negara, lanjut Presiden, juga mendorong terus dilakukannya dialog antaragama yang selama ini telah dilakukan bersama.

Selain melakukan kunjungan ke Indonesia, Cameron juga melakukan lawatan ke sejumlah negara anggota ASEAN seperti Singapura, Vietnam, dan Malaysia. PM Cameron dalam keterangannya kepada media menyambut baik peningkatan kerja sama antara Inggris dan Indonesia yang berpotensi untuk meningkatkan angka pertumbuhan. Cameron mengatakan, ekonomi yang kuat dapat menciptakan pertumbuhan yang tinggi dan membantu meningkatkan daya beli masyarakat.

Terhadap usulan Indonesia terkait rencana bebas visa, PM Cameron menyambut baik pengecualian bebas visa bagi para diplomat Indonesia dan akan membahas perkembangan lebih lanjut bebas visa bagi WNI. ”Pembahasan bebas visa merupakan tema besar dalam kunjungan ini,” tambahnya.

Rarasati syarief
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Jurnalis Inggris: Pakistan...
Jurnalis Inggris: Pakistan Pemenang dalam Perang dengan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved