PT KAI Berencana Tambah Kereta

Jum'at, 24 Juli 2015 - 09:01 WIB
PT KAI Berencana Tambah...
PT KAI Berencana Tambah Kereta
A A A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempertimbangkan untuk menambah jam operasional kereta tambahan guna merespons tingginya arus balik yang menggunakan jasa transportasi kereta api.

Hingga H+4 kemarin, masih banyak masyarakat yang mudik menggunakan kereta api, terutama di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. ”Tak menutup kemungkinan kereta tambahan akan ditambah operasionalnya hinggaakhirbulan tahun ini dari sebelumnya hanya H+8 (Minggu, 26/7/ 2015),” ujar Senior Manager Coorporate Communication Daerah Operasional (Daop) 1 PT KAI, Bambang S Prayitno, kemarin.

Bambang menuturkan, walaupun pemudik pasca-Lebaran mengalami penurunan setiap harinya, volumenya masih sangat besar. Pada H+2 Lebaran, misalnya, jumlah penumpang mencapai 34.728 orang, lalu 32.063 ( H+3), 20.176 (H+4), dan 12.140 penumpang hingga pukul 12.00 WIB pada H+5 kemarin.

Dengan demikian, sedikitnya sudah 645.567 penumpang mudik menggunakan kereta sejak H-15, Kamis lalu (2/7). Angka tersebut, menurut Bambang, sangat jauh bila melihat kedatangan penumpang hingga H+5, Kamis (23/ 7), di tiga stasiun besar Jakarta, yaitu Stasiun Gambir yang berjumlah 52.585 penumpang, Stasiun Senen yang berjumlah 92.269 penumpang, dan Stasiun Jatinegara yang berjumlah 13.991 penumpang. ”Kami hanya menyodorkan saja, soal setujunya ada di tangan direksi,” ujar Bambang.

Untuk arus balik dan mudik, Daop 1 telah mengerahkan sedikitnya 54 perjalanan melalui kereta reguler, 12 perjalanan melalui kereta tambahan, dan 5 perjalanan melalui kereta fakultatif. Dari total jumlah perjalanan itu, sekitar 36.000 penumpang bisa terangkut oleh kereta setiap harinya.

Assistant Manager Coorporate Communication PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ, Adli Ramli mengakui adanya kedatangan jumlah pemudik telah membuat okupansi KCJ mengalami penambahan. Namun penambahan penumpang tidak terlalu tinggi dibandingkan hari biasanya. ”Tidak ada lonjakan penumpang yang berarti, hanya dua stasiun saja, yaitu Stasiun Bogor dan Stasiun Jakarta Kota,” ucap Adli.

Khusus di dua stasiun pemberhentian kereta jarak jauh yang terintegrasi dengan KCJ, yaitu Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Jatinegara, Adli mencatat hingga pasca-Lebaran kemarin ada sedikitnya 4.000 penumpang KCJ berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan 11.000 penumpang KCJ dari Stasiun Jatinegara. ”Meski tinggi, angkanya cukup stabil,” tandas Adli singkat.

Sementara itu, arus balik melalui moda transportasi lain juga terus mengalir. Di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, misalnya, arus balik diperkirakan mencapai puncaknya kemarin. Berdasar data PT Angkasa Pura II, arus balik tersibuk terjadi pada H+5 dengan total penumpang mencapai 197.701 orang.

Head of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan pergerakan penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno- Hatta pada H-7 hingga H+7 tahun ini diperkirakan mencapai 2,718 juta orang. ”Jumlah itu meningkat sekitar 2% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya 2,663 juta orang. Sebelumnya arus mudik tersibuk terjadi pada H-2Lebarandenganpergerakan penumpang sebanyak 193.754 orang,” katanya.

Adapun di Pelabuhan Merak, Banten, arusbalikterusmengalir kemarin. Kepadatan arus balik itu terjadi sejak sore hingga malaminiramaidanlancar. Ribuan penumpang pejalan kaki yang turun dari kapal mengantre di jalur menuju Terminal Terpadu Merak (TTM) untuk naik angkutan bus yang disediakan.

Selain itu kepadatan terjadi di lima dermaga hingga terjadi antrean kemacetan di sekitar pelabuhan. ”Semua kendaraan dan penumpang pejalan kaki yang turun dari Pelabuhan Merak lancar,” kata Kepala Humas PT ASDP Merak Mario Sardadi Oetomo.

Menurut dia, meskipun terjadi lonjakan penumpang, arus balik tetap lancar dan aman. Ia memprediksi jumlah penumpang arus balik pada H+6 dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa mencapai 85.000 orang dan kendaraan 15.500. Sebelumnya, pada H+5 atau Selasa (22/7) jumlah penumpang mencapai 55.000 dan kendaraan sekitar 12.230.

Yan yusuf/ Farid firdaus/ant
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
KAI KF-21 Pesawat Karya...
KAI KF-21 Pesawat Karya Indonesia Korsel dengan Teknologi Siluman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved