Jokowi Tak Mau Penegak Hukum Jadikan Tersangka ATM

Rabu, 22 Juli 2015 - 10:31 WIB
Jokowi Tak Mau Penegak...
Jokowi Tak Mau Penegak Hukum Jadikan Tersangka ATM
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kerja Kejaksaan Agung (Kejagung) ke depan semakin berat. Pasalnya, mereka dituntut untuk memenuhi harapan masyarakat sebagai institusi penegak hukum.

Hal itu disampaikannya saat saat menyampaikan pidato usai memimpin upacara Hari Bakti Adhyaksa ke-55 di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2015).

Dia meminta agar pemberantasan korupsi dan penegakan hukum diletakkan bagi kepentingan masyarakat sebagai program pembangunan. "Rakyat taruh harapan besar terhadap penegakan hukum yang penuhi rasa keadilan, termasuk aksi pemberantasan korupsi," ujar Jokowi.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta supaya Kejagung membantu birokrat di Indonesia untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam pembangunan tersebut.

"Jangan sampai upaya berantas korupsi dan penegakan hukum membuat pejabat dan pelaku bisnis tidak berani berinovasi bagi pembangunan. Di sini rakyat Indonesia membutuhkan kesuksesan pembangunan dan program pembangunan yang ada."

"Oleh karena itu, pimpinan dan jajaran kejaksaan harus dampingi pemerintah terkait birokrasi. Tidak ada pilihan lain bagi kejaksaan lakukan langkah-langkah reformasi birokrasi kejaksaan untuk tingkatkan kinerjanya," sambungnya.

Kejaksaan, lanjut Jokowi, juga perlu meningkatkan komunikasi dan sinergisitas dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi

"Aparat penegak hukum harus saling berdampingan, bukan berhadapan. Ke depan kerjasama pencegahan dan pemberantasan korupsi harus dilakukan bersama," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan tak ingin mendengar adanya penegak hukum yang melakukan pemerasan atau tindakan memperdagangkan perkara atau penuntutan dan menjadikan tersangka sebagai ATM.

"Saya yakin istilah itu sebetulnya tidak ada. Saya minta Komisi Kejaksaan yang Keppresnya sudah saya tandatangani segera tugas untuk lakukan pengawasan, kinerja jaksa dan pegawai kejaksaan. Sehingga nantinya kinerja meningkat dan sosok jaksa semakin berwibawa," tutupnya.

PILIHAN:

Gubernur Sumut Penuhi Panggilan KPK

Menpan RB: Bolos Tanpa Alasan, PNS Terancam Sanksi
(kri)
Berita Terkait
Polisi Lakukan Olah...
Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Gedung Kejaksaan Agung...
Gedung Kejaksaan Agung Terbakar
Mengenal Perbedaan Mahkamah...
Mengenal Perbedaan Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung
Kejaksaan Agung Usulkan...
Kejaksaan Agung Usulkan Tambahan Anggaran Rp15,5 triliun
Berjuang Hampir 12 Jam,...
Berjuang Hampir 12 Jam, Akhirnya Petugas Damkar Berhasil Taklukkan Api di Kejagung
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved