Galau, Kader Golkar Nyalon Kepala Daerah Lewat Partai Lain
Senin, 06 Juli 2015 - 14:36 WIB
Galau, Kader Golkar Nyalon Kepala Daerah Lewat Partai Lain
A
A
A
JAKARTA - Konflik Partai Golkar tidak kunjung selesai. Kondisi itu membuat bingung kader di daerah, khususnya yang ingin mencalonkan diri menjadi kepala daerah.
Alhasil, sejumlah kader partai berlambang pohon beringin itu memilih untuk mencalonkan diri menjadi kepala daerah melalui partai lain.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung mengatakan langkah sejumlah kader itu lantaran konflik Golkar tidak kunjung selesai. Padahal, kata dia, waktu pendaftaran calon kepala daerah yang telah dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah semakin dekat.
"Ketika para kader belum lihat kepastian (konflik Golkar selesai), mereka sudah melirik partai lain. Ada juga satu dua yang maju independen dan saya anggap itu yang terbaik," tutur Akbar saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (6/7/2015).
Menurut Akbar, langkah sejumlah kader partainya yang mencoba peruntungan melalui partai lain dalam Pilkada 2015 tidak bisa disalahkan.
Dia berharap proses hukum sengketa Partai Golkar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan proses perdamaian yang tengah dijajaki kedua belah pihak segera mendapatkan titik temu.
"Pada akhirnya kader harus dapat kepastian dan dukungan. Tidak bisa disalahkan jika mereka mencari dukungan dari partai lain," kata Akbar.
PILIHAN :
Jokowi Masih Punya Kesempatan Pilih Orang-orang Terbaik
Alhasil, sejumlah kader partai berlambang pohon beringin itu memilih untuk mencalonkan diri menjadi kepala daerah melalui partai lain.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung mengatakan langkah sejumlah kader itu lantaran konflik Golkar tidak kunjung selesai. Padahal, kata dia, waktu pendaftaran calon kepala daerah yang telah dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah semakin dekat.
"Ketika para kader belum lihat kepastian (konflik Golkar selesai), mereka sudah melirik partai lain. Ada juga satu dua yang maju independen dan saya anggap itu yang terbaik," tutur Akbar saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (6/7/2015).
Menurut Akbar, langkah sejumlah kader partainya yang mencoba peruntungan melalui partai lain dalam Pilkada 2015 tidak bisa disalahkan.
Dia berharap proses hukum sengketa Partai Golkar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan proses perdamaian yang tengah dijajaki kedua belah pihak segera mendapatkan titik temu.
"Pada akhirnya kader harus dapat kepastian dan dukungan. Tidak bisa disalahkan jika mereka mencari dukungan dari partai lain," kata Akbar.
PILIHAN :
Jokowi Masih Punya Kesempatan Pilih Orang-orang Terbaik
(dam)