Suarakan Kemanusiaan dan Perjuangkan Isu Kemiskinan

Senin, 06 Juli 2015 - 10:43 WIB
Suarakan Kemanusiaan...
Suarakan Kemanusiaan dan Perjuangkan Isu Kemiskinan
A A A
Paus Fransiskus kemarin memulai lawatannya pertamanya ke tiga negara di Amerika Latin: Ekuador, Bolivia, dan Paraguay. Sayangnya, dia tidak dijadwalkan mengunjungi tanah kelahirannya, Argentina.

Paus berusia 78 tahun akan memanfaatkan kunjungannya itu untuk menyuarakan berbagai isu kemanusiaan dan mencari solusi kemiskinan di benua kelahirannya. Dia mendarat di ibukota Ekuador, Quito, pada Minggu pukul 3.00 waktu setempat. Paus Fransiskus akan memberikan jamuan Misa Kudus dalam delapan bahasa. ”Saya ingin menjadi saksi kegembiraan Injil dan menghadirkan kelembutan dan kepedulian Tuhan,” ucap Paus sebelum ke Amerika Latin dilansir AFP .

”Khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan, para lansia, orang sakit, narapidana dipenjara, orang miskin, mereka yang menjadi korban budaya masa kini,” sambung Paus. Kunjungan Paus kali ini bertepatan waktunya dengan ketegangan politik di Ekuador. Presiden Rafael Correa merupakan seorang pengagum dari Paus Francis yang menggambarkan sosok Paus sebagai humanis Katolik sayap kiri.

Correa dihadapkan dengan protes yang telah berlangsung beberapa minggu yang menuntut mundur dirinya karena kebijakan politik yang diterapkan, termasuk inisiatif untuk meningkatkan pajak warisan. ”Kita dipenuhi dengan suka cita saat kedatangan Paus Francis yang merupakan Paus pertama dari Amerika Latin,” ujar Correa. ”Bagaimana gereja berubah! Pesan kuat apa yang Anda bawa,” imbuh Correa.

Dia dan Paus Fransiskus dijadwalkan akan bertemu dan berdiskusi panjang lebar tentang berbagai isu. Ekuador telah dikunjungi dua kali pemimpin Vatikan di mana pertama oleh John Paul II pada 1985. Selanjutnya, pada Rabu (8/7) Kunjungan Paus Francis akan dilanjutkan ke negara berikutnya, La Paz, Bolivia. Di sana dia memperjuangkan hak-hak suku lokal. Paus Fransiskus juga akan mengunjungi penjara Palmasola yang dikenal identik dengan kekerasan.

Lawatan terakhir di Paraguay di mana dia akan berbicara tentang berbagai isu kemanusiaan. Paraguay dikenal negara terkorup kedua di Amerika Selatan setelah Venezuela. Paus Fransiskus akan bertemu dengan banyak aktivis. Sejak terpilih menjadi pemimpin umat Katolik pada Maret 2013, Paus Fransiskus menjadi penyokong yang vokal bagi masyarakat miskin dan pada permasalahan sosial dan lingkungan.

Pada bulan lalu, dia mendesak dunia untuk bertindak cepat untuk mencegah dampak perubahan iklim yang luar biasa agar tidak menghancurkan bumi. Sebelumnya, Paus Fransiskus pernah berkunjung ke Brasil.

Saat itu misanya dibanjiri kerumunan hampir tiga juta orang yang berkumpul Rio de Janeiro. Di seluruh dunia terdapat sekitar 1,2 miliar orang pengikut aliran gereja Katolik. Jemaat dari Amerika Latin menempati porsi terbesar dari jumlah itu.

Arvin
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved