Diunggah di Facebook, Dua Hari Ditonton 2,5 Juta Orang
Sabtu, 04 Juli 2015 - 12:37 WIB
Diunggah di Facebook, Dua Hari Ditonton 2,5 Juta Orang
A
A
A
Seorang pria tunawisma di Sarasota, Florida, Amerika Serikat (AS) memiliki kemampuan bermusik luar biasa. Salah satu aksinya ketika memainkan piano sambil menyanyikan lagu Come Sail Away dari Styx memukau jutaan orang setelah diunggah di laman Facebook .
Aurore Henry yang melihat aksi pria berjenggot panjang tersebut tertarik dengan kelihaian sang tunawisma ketika duduk di depan piano sambil bernyanyi. Henry kemudian mengabadikannya melalui video dan diunggah di halaman Facebook -nya. Ternyata keahlian pria berjenggot ini menarik perhatian teman-teman Henry.
Orang-orang yang melihat video tersebut juga tertarik untuk berbagi atau menyebarkannya. Hanya dalam dua hari, video tersebut mampu menyedot perhatian 2,5 juta orang. ”Ketika saya dan beberapa teman pergi ke luar untuk mengobrol, kami melihat dia bermain piano dan itu sangat fenomenal. Saya kemudian merekam aksinya,” ujar Henry dari Suffield, Connecticut kepada ABC News.
Dalam foto yang diunggah tersebut, Henry menuliskan caption bahwa Kota Sarasota memiliki ”piano umum” di tengah kota yang merupakan bagian dari proyek piano Sarasota. Foto dan caption tersebut menarik perhatian publik. Kini sepanjang jalan di wilayah Sarasota ramai dikunjungi para pejalan kaki karena ingin melihat penampilan pria tunawisma tersebut dan memberikan sumbangan.
”Pria tunawisma ini sekarang memiliki kesempatan untuk menampilkan kelihaiannya,” tulis Henry. Tersebarnya video tersebut di media sosial membuat banyak orang penasaran dan meminta Henry untuk mencari tahu siapa pria tersebut. Akhirnya diketahui bahwa pria berjenggot yang mampu menarik perhatian jutaan orang dengan permainan pianonya ini adalah Donald Gould, 51.
Dia mulai bermain klarinet ketika masih anakanak sampai dia dipilih untuk bermain instrumen di Korps Marinir AS. Setelah itu, Gould menceritakan cita-citanya yang ingin menjadi pengajar musik. Dia pun belajar musik di Spring Arbor University di Michigan, kota kelahirannya. ”Saya mengambil teori musik dan pelatihan pendengaran.
Saya harus belajar bagaimana memainkan setiap instrumen dari piccolo dan tuba,” kata Gould. Bahkan diakuinya, dia bisa menulis lirik lagu. Sayangnya, dia kehabisan uang dan merasa sangat malu saat akan lulus. Dia pun memutuskan untuk mulai kerja serabutan. Cerita itu hanyalah awal dari kisah sedihnya.
Kondisi lebih tragis terjadi ketika pada 1998, istri Gould meninggal dunia. Saat itulah dia mencapai titik terendah dalam hidupnya. Gould mulai tergoda dengan penyalahgunaan zat yang menyebabkan Departemen Sosial mengambil anaknya yang masih berusia tiga tahun. Gould akhirnya melakukan perjalanan ke Florida dan masih mencoba untuk tetap bermain musik.
Menghibur orang dan diri sendiri dengan lagu-lagu indah dari Billy Joel hingga Bach. Henry pun ikut larut dalam kisah hidup Gould. ”Ini menyedihkan. Dia memang memiliki beberapa masalah dan terlibat penyalahgunaan zat dan yang lainnya, tapi hingga kini dia masih bisa mengeluarkan bakat terbaik yang dimilikinya,” ungkap Henry kagum.
Pertemuan Henry dan Gould bukan hanya sekali saat Henry mulai mencari tahu sosok Gould. Hari berikutnya, keduanya bertemu. Henry pun mengaku senang karena mendapat inspirasi dari Gould. Dia juga bercerita bagaimana banyak orang yang tersentuh melalui media online dengan musik yang dimainkan Gould.
Video yang tersebar bukan hanya dilihat begitu saja oleh banyak orang, namun membuahkan hasil yang baik. Restoran lokal bernama Surf Shack pun menawarkan Gould untuk mengikuti audisi bermain piano di bar mereka. Akhirnya setelah bertahun-tahun hidup di jalanan, sang tunawisma tersebut memiliki sebuah harapan.
Henry berharap cerita Gould menjadi inspirasi para tunawisma lainnya. ”Apa yang para tunawisma butuhkan yaitu tujuan hidup dan rasa memiliki. Dan, itulah yang kini dimiliki Donald,” pungkasnya.
Ananda Nararya
Aurore Henry yang melihat aksi pria berjenggot panjang tersebut tertarik dengan kelihaian sang tunawisma ketika duduk di depan piano sambil bernyanyi. Henry kemudian mengabadikannya melalui video dan diunggah di halaman Facebook -nya. Ternyata keahlian pria berjenggot ini menarik perhatian teman-teman Henry.
Orang-orang yang melihat video tersebut juga tertarik untuk berbagi atau menyebarkannya. Hanya dalam dua hari, video tersebut mampu menyedot perhatian 2,5 juta orang. ”Ketika saya dan beberapa teman pergi ke luar untuk mengobrol, kami melihat dia bermain piano dan itu sangat fenomenal. Saya kemudian merekam aksinya,” ujar Henry dari Suffield, Connecticut kepada ABC News.
Dalam foto yang diunggah tersebut, Henry menuliskan caption bahwa Kota Sarasota memiliki ”piano umum” di tengah kota yang merupakan bagian dari proyek piano Sarasota. Foto dan caption tersebut menarik perhatian publik. Kini sepanjang jalan di wilayah Sarasota ramai dikunjungi para pejalan kaki karena ingin melihat penampilan pria tunawisma tersebut dan memberikan sumbangan.
”Pria tunawisma ini sekarang memiliki kesempatan untuk menampilkan kelihaiannya,” tulis Henry. Tersebarnya video tersebut di media sosial membuat banyak orang penasaran dan meminta Henry untuk mencari tahu siapa pria tersebut. Akhirnya diketahui bahwa pria berjenggot yang mampu menarik perhatian jutaan orang dengan permainan pianonya ini adalah Donald Gould, 51.
Dia mulai bermain klarinet ketika masih anakanak sampai dia dipilih untuk bermain instrumen di Korps Marinir AS. Setelah itu, Gould menceritakan cita-citanya yang ingin menjadi pengajar musik. Dia pun belajar musik di Spring Arbor University di Michigan, kota kelahirannya. ”Saya mengambil teori musik dan pelatihan pendengaran.
Saya harus belajar bagaimana memainkan setiap instrumen dari piccolo dan tuba,” kata Gould. Bahkan diakuinya, dia bisa menulis lirik lagu. Sayangnya, dia kehabisan uang dan merasa sangat malu saat akan lulus. Dia pun memutuskan untuk mulai kerja serabutan. Cerita itu hanyalah awal dari kisah sedihnya.
Kondisi lebih tragis terjadi ketika pada 1998, istri Gould meninggal dunia. Saat itulah dia mencapai titik terendah dalam hidupnya. Gould mulai tergoda dengan penyalahgunaan zat yang menyebabkan Departemen Sosial mengambil anaknya yang masih berusia tiga tahun. Gould akhirnya melakukan perjalanan ke Florida dan masih mencoba untuk tetap bermain musik.
Menghibur orang dan diri sendiri dengan lagu-lagu indah dari Billy Joel hingga Bach. Henry pun ikut larut dalam kisah hidup Gould. ”Ini menyedihkan. Dia memang memiliki beberapa masalah dan terlibat penyalahgunaan zat dan yang lainnya, tapi hingga kini dia masih bisa mengeluarkan bakat terbaik yang dimilikinya,” ungkap Henry kagum.
Pertemuan Henry dan Gould bukan hanya sekali saat Henry mulai mencari tahu sosok Gould. Hari berikutnya, keduanya bertemu. Henry pun mengaku senang karena mendapat inspirasi dari Gould. Dia juga bercerita bagaimana banyak orang yang tersentuh melalui media online dengan musik yang dimainkan Gould.
Video yang tersebar bukan hanya dilihat begitu saja oleh banyak orang, namun membuahkan hasil yang baik. Restoran lokal bernama Surf Shack pun menawarkan Gould untuk mengikuti audisi bermain piano di bar mereka. Akhirnya setelah bertahun-tahun hidup di jalanan, sang tunawisma tersebut memiliki sebuah harapan.
Henry berharap cerita Gould menjadi inspirasi para tunawisma lainnya. ”Apa yang para tunawisma butuhkan yaitu tujuan hidup dan rasa memiliki. Dan, itulah yang kini dimiliki Donald,” pungkasnya.
Ananda Nararya
(bbg)