Pesawat dengan Periode Produksi Terlama di Dunia

Kamis, 02 Juli 2015 - 09:44 WIB
Pesawat dengan Periode...
Pesawat dengan Periode Produksi Terlama di Dunia
A A A
JAKARTA - Hercules C-130 merupakan salah satu jenis pesawat legendaris di dunia militer. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga militer-militer di dunia.

Hercules C-130 memiliki nama lengkap Lockheed C- 130 Hercules yang merupakan pesawat transportasi militer empat mesin turboprop yang didesain dan dibangun Lockheed yang sekarang bernama Lockheed Martin. Hercules C-130 awalnya didesain sebagai pesawat transportasi kargo, pasukan, dan tim medis.

Badan pesawat serbaguna itu andal untuk digunakan dalam berbagai fungsi, termasuk sebagai pesawat tempur dengan senapan mesin (AC-130), untuk serangan udara, search and rescue, dukungan riset sains, pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, patroli maritim, dan pertempuran udara. Saat ini pesawat Hercules digunakan sebagai pengangkut taktis utama untuk banyak pasukan militer di penjuru dunia. Lebih dari 40 model dan varian Hercules melayani lebih dari 60 negara.

Pesawat ini mulai digunakan di Amerika Serikat (AS) pada 1950-an, diikuti Australia dan negara-negara lain. Selama bertahun-tahun beroperasi, keluarga Hercules berpartisipasi dalam beragam operasi militer, sipil, dan bantuan kemanusiaan. Hercules juga menjadi pesawat dengan produksi terpanjang dibandingkan pesawat militer mana pun sepanjang sejarah. Pada 2007, C-130 menjadi pesawat kelima setelah English Electric Canberra, Boeing B-52 Stratofortress, Tupolev Tu-95, dan Boeing KC- 135 Stratotanker untuk menandai 50 tahun penggunaan oleh konsumen utama pertama, yakni Angkatan Udara Amerika Serikat.

Hercules menjadi salah satu dari sedikit pesawat militer yang tetap diproduksi selama lebih dari 50 tahun, termasuk versi terbaru C-130J Super Hercules. Saat C-130A menjadi bagian Komando Udara Taktis (TAC) kurangnya jangkauan tempuh pesawat ini terlihat dan penambahan kapasitas bahan bakar dilakukan dengan memasang tangki eksternal di bagian akhir sayap pesawat.

Model C-130B kemudian dikembangkan untuk melengkapi model A yang sebelumnya telah beroperasi dan memiliki fitur-fitur baru, terutama peningkatan kapasitas bahan bakar dalam bentuk tangki tambahan di bagian sayap dan sistem listrik AC. Baling-baling empat bilah Hamilton Standard menggantikan baling-baling tiga bilah Aeroproducts yang ada pada model A.

Model B merupakan desain baru dengan tangki bahan bakar eksternal 5.150 liter di tiap bagian tengah sayap dan mesin Allison T56-A-7A turboprop yang lebih kuat. Model C-130E selanjutnya mulai beroperasi pada 1962, setelah dikembangkan sebagai sarana transportasi jarak jauh untuk jasa transportasi udara militer. Adapun model E memiliki perbaikan struktural, peningkatan avionik, dan bobot kotor yang lebih berat. Australia menerima 12 pesawat C- 130E Hercules selama 1966- 1967 untuk melengkapi 12 pesawat model C-130A yang telah dimilikinya.

Sementara itu, Swedia dan Spanyol menerbangkan versi TP-84T dari C- 130E yang didesain untuk kemampuan pengisian bahan bakar di udara. Sepak terjang dan kemampuan Hercules bergema di mana- mana. Karena itu, seperti dikutip dari tni-au.mil.id , tokoh- tokoh AURI ketika itu menilai memiliki pesawat jenis Hercules sangat cocok untuk kondisi Indonesia yang sedang membangun.

Dengan argumen tersebut, akhirnya pemerintah Amerika Serikat menyetujui Indonesia untuk membeli 10 unit Hercules C- 130 B. Di antara angkatan udara di negara-negara lain, Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) adalah pengguna pertama Hercules C-130 B di luar Angkatan Udara Amerika Serikat. Hercules pertama diterbangkan oleh Mayor Udara S Tjokroadiredjo (captain pilot) sejauh lebih dari 13.000 mil terbang dari pabrik Lockheed Martin di Amerika dan mendarat dengan selamat di Kemayoran Airport.

Penerbangan sejauh itu ditempuh melalui udara lautan Pasifik (Over the Pacifik Ocean). Pada waktu itu merupakan penerbangan terjauh yang pernah dilakukan angkatan udara mana pun.

Syarifudin
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved