Ancaman PHK Perlu Solusi

Kamis, 02 Juli 2015 - 09:16 WIB
Ancaman PHK Perlu Solusi
Ancaman PHK Perlu Solusi
A A A
JAKARTA - Kondisi perekonomian yang lesu membuat banyak perusahaan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan.

Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena dilakukan justru di saat masyarakat menyambut datangnya Lebaran Idul Fitri. Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) meminta pemerintah segera membuat kebijakan yang cepat dan tepat untuk mencegah terjadinya gelombang PHK yang lebih besar, terutama setelah Lebaran nanti.

Sejumlah perusahaan saat ini ditengarai hanya menunda merumahkan sebagian karyawannya karena masih menunggu selesainya Lebaran. ”Pemerintah harus membuat kebijakan yang tepat dan cepat. Cepat itu penting karena ini kan jalan terus. Indonesia sekarang kondisinya memprihatinkan, mendekati Lebaran sudah ada PHK yang biasanya tidak ada,” ujar HT saat menyampaikan sambutan pada acara buka puasa bersama dengan karyawan MNCTVdi Kantor MNCTV,Jalan Pintu II TMII, Pondok Gede, Jakarta Timur, kemarin. Sejumlah perusahaan terpaksa melakukan PHK karena lesunya permintaan menjelang Lebaran.

”Jadi apalagi kalau setelah Lebaran. Ini satu indikasi yang seharusnya warning,” ujar CEO MNC Group ini. Solusi yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan, sebab jika tidak, dikhawatirkan dampak yang akan ditimbulkan akibat lesunya ekonomi ini akan makin besar. ”Makanya saya katakan, ekonomi kita arahnya sudah membahayakan. Artinya perlu secepatnya kebijakan yang tepat untuk mengatasinya,” ucapnya.

HT mengatakan, kondisi bangsa saat ini perlu dicermati dan dipikirkan bersama agar tidak sampai jatuh ke suatu kondisi yang tidak diinginkan. Indikasi mengkhawatirkan ini sudah tampak saat melihat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2015 yang hanya 4,7%.

Hal ini diperparah dengan kondisi ekonomi dunia yang sangat tidak kondusif, padahal 65% ekspor nonmigas Indonesia ditopang oleh komoditas utama, yaitu kelapa sawit dan batu bara. Namun, komoditas tersebut kini mengalami penurunan luar biasa. ”Saat ini kita sudah bukan lagi negara produsen, kita sudah menjadi negara konsumen, bahan pokok pun kita sudah harus impor,” ujarnya.

Perkuat Soliditas Karyawan

Sementara itu, acara buka puasa bersama HT dengan ribuan karyawan MNCTVkemarin bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus sebagai upaya menerima masukan dari para karyawan. ”Ya, tentunya ini kegiatan rutin yang kami lakukan berkunjung ke unit-unit di MNC Group, supaya ada keakraban, silaturahmi,” ujarnya.

Menurut HT, kegiatan ini juga untuk memberikan pemahaman kepada seluruh karyawan MNCTV mengenai posisi grup dan langkah-langkah ke depan. Turut hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut Komisaris MNCTV Tarub, Direktur Pemberitaan MNC Group Arya Sinulingga, Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution, Direktur Utama MNCTVSN Suwisma dan jajaran Direksi MNC Group.

SN Suwisma mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini merupakan momentum yang tepat bagi para karyawan mempererat silaturahmi. ”Kehadiran pemimpin selain tepat waktunya, juga banyak hal yang bisa dicapai, apalagi dalam suasana kekeluargaan seperti ini,” ujarnya. Suwisma mengatakan, dorongan yang disampaikan pimpinan agar seluruh grup menjaga soliditas sangat baik, karena jika semua bisa bersinergi maka efisiensi dapat dicapai.

”Kalau kita bersatu banyak persoalan yang bisa diselesaikan. Karena itu, kita sesama karyawan media itu harus selalu berkomunikasi dan mengedepankan kebersamaan dan kekompakan sehingga bisa mencapai banyak hal,” ujarnya.

Sucipto
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved