Reklamasi Laut China Tuntas

Rabu, 01 Juli 2015 - 09:14 WIB
Reklamasi Laut China...
Reklamasi Laut China Tuntas
A A A
BEIJING - China menyatakan telah menyelesaikan reklamasi sejumlah pulau di wilayah sengketa Laut China Selatan. Proyek tersebut terbilang cepat mengingat proyek pembangunan daratan buatan itu baru tercium publik pada akhir tahun lalu.

Kendati ditentang beberapa negara Asia Tenggara yang terlibat dalam sengketa dan Amerika Serikat (AS), China tetap melanjutkan proyek tersebut. Mereka mengatakan memiliki hak yang legal di wilayah tersebut.

Komitmen China mengundang reaksi keras dari AS yang turut prihatin terkait perkembangan situasi di Laut China Selatan. AS meminta China menghentikan proyek yang salah satu fungsinya untuk menampung pertahanan militer China. Atas kritikan itu, AS dinilai China tidak memiliki kewenangan untukikutcampurdalamurusan Laut China Selatan. Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Hua Chunying mengatakan, China memiliki fakta dan sejarah mengenai klaim legal mereka di Laut China Selatan.

Karena itu, proyek tersebut merupakan sesuatu yang lumrah. ”Proyek reklamasi di beberapa pulau dan batu karang di Laut China Selatan sudah beres,” katanya di Beijing kemarin, dikutip Reuters. Proyek itu mengundang respons keras karena beberapa negara Asia Tenggara, terutama Filipina, merasa keberatan. Filipina mengatakan mereka juga memiliki klaim di sejumlah pulau yang saat ini ”diduduki” China.

Presiden Benigno Aquino III bahkan menyebut ambisi China mirip ambisi Nazi ala pemerintahan Hitler yang ingin merebut Sudetenland, Czechoslovakia pada 1936. Pemerintah AS memotret proyek reklamasi China di Laut China Selatan melalui citra satelit. Mereka mengatakan China telah melakukan reklamasi sekitar 1.500 hektare tahun ini. Namun, China tidak membeberkan rincian reklamasi itu.

”Pada langkah selanjutnya, China akan mulai melakukan pengadaan barang dan alat,” kata Hua. Menurut Hua, konstruksi di atas daratan buatan itu digunakan untuk pelayanan kebutuhan rakyat sipil. Seperti upaya pencarian dan penyelamatan maritim, pencegahan dan pengurangan bencana, riset maritim, observasi meteorologi, perlindungan lingkungan, keamanan bernavigasi, pelayanan penangkapan ikan, dan lain-lain.

”Kami akan terus memenuhi tanggung jawab dan kewajiban internasional kami. Tentu saja nantinya konstruksi itu juga akan melibatkan keperluan pertahanan militer,” tandas Hua. Reklamasi daratan China di Laut China Selatan berbuntut pada penundaan partisipasi Filipina dalam Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) yang dirayakan pada Senin (29/6) di Beijing. Filipina merupakan satu dari 57anggotaAIIB.

Negara lain yang belum menandatangani yaitu Malaysia, Thailand, Kuwait, Denmark, Polandia, dan Afrika Selatan. Sementara itu, Indonesia yang diwakili Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang P S Brodjonegoro sudah tanda tangan. AIIB akan mulai beroperasi pada awal 2016 setelah terpenuhinya ratifikasi, setidaknya oleh 10 negara dengan modal setor minimal 50%.

”Modal AIIB mencapai USD100 miliar. Anggota regional memegang 75% saham, sedangkan nonregional 25%,” bunyi pernyataan Kemlu kemarin.

Muh shamil
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Copot Kepala BGN, Prabowo...
Copot Kepala BGN, Prabowo Ingin Perkuat Akselerasi Program MBG
Kapolri Tunjuk 6 Kombes...
Kapolri Tunjuk 6 Kombes Pol Jabat Dirreskrimsus dan Dirreskrimum, Ini Daftarnya
Nanik S Deyang Diangkat...
Nanik S Deyang Diangkat sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana, Dasco: Pilihan yang Tepat
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
Kepala BGN Diganti,...
Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu
Pemeriksaan Lanjutan...
Pemeriksaan Lanjutan Kasus Kuota Haji, Pengacara Gus Yaqut Sebut Tak Ada Konfirmasi Aliran Dana
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved