Diperiksa Bareskrim, Dahlan Jelaskan Soal Cetak Sawah Baru

Selasa, 30 Juni 2015 - 16:54 WIB
Diperiksa Bareskrim,...
Diperiksa Bareskrim, Dahlan Jelaskan Soal Cetak Sawah Baru
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan selesai dimintai keterangan oleh Bareskrim Mabes Polri terkait kasus dugaan korupsi pencetakan sawah baru di Kalimantan Barat.

Dia keluar sekitar pukul 15.05 WIB setelah diperiksa sekira enam jam. Dahlan pun sempat menjelaskan apa saja yang dirinya sampaikan kepada penyidik Bareskrim Mabes Polri.

"Hari ini saya diperiksa sebagai saksi soal saksi pencetakan sawah baru," kata Dahlan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2015).

Dirinya menyampaikan bahwa pembuatan sawah baru diperlukan di Indonesia untuk mengganti sawah-sawah yang setiap tahunnya berkurang karena pembangunan perumahan dan industri.

"Kemudian dilaksanakan oleh Shangiang Sri yang dilaporkan ke saya sudah 4.000 hektar yang tanahnya sudah di land clearing dan sudah pernah ditanami sampai 1.000 hektar," terangnya.

Namun sayangnya, hasil dari penanaman itu belum memuaskan lantaran menurut teori apabila membentuk sawah baru maka butuh waktu sekira empat tahun untuk mendapatkan hasil maksimal.

"Jadi jangan buka sawah baru diharapkan langsung berhasil. Itu secara teori tidak begitu," kata dia.

Lantaran kurang maksimal, di ujung masa jabatannya sebagai Menteri BUMN pada saat itu, Dahlan pun meminta agar ada pengalihan dari Shangiang Sri ke perusahaan yang lebih besar yaitu Pupuk Indonesia.

"Karena penggunaan terbesar nanti pupuk, Pupuk Indonesia sudah memulai dengan 100 hektar, dimulai lagi 100 hektar dengan harapan kalau 100 hektar ini sudah baik baru diperluas menjadi (seluas) yang tadi," paparnya.

Dahlan pun sempat berharap agar sawah ini dilanjutkan karena sudah terlanjur dibuka seluas 4.000 hektar yang memang dibutuhkan oleh petani.

"Karena petani di sana sudah menunggu dan saya yakin sekali bhwa Pupuk Indonesia mampu mengerjakan itu sepanjang mendapatkan dorongan yang kuat," harapnya.

Sementara itu, saat disinggung bahwa pembentukan sawah itu fiktif. Dahlan menjawab. "Ya kan sudah jelas kan," tuntasnya.

PILIHAN:
Yusril Tak Ingin Kaitkan Perkara Hukum Dahlan dengan Politik

Kasus PLN, Bareskrim Usut Penunjukan TPPI
(kri)
Berita Terkait
KPK Tahan Tiga Tersangka...
KPK Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi PLN Unit Induk Pembangkitan Sumbagsel
Kerjasama KPK-PLN :...
Kerjasama KPK-PLN : Aset Negara Rp960 M Berhasil Diselamatkan
Bahas Program Pencegahan...
Bahas Program Pencegahan Korupsi, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Sambangi KPK
Temui Pimpinan KPK,...
Temui Pimpinan KPK, Dirut PLN Bahas Penyelamatan Aset Negara
Bahas Kerjasama Pencegahan...
Bahas Kerjasama Pencegahan Korupsi, Dirut PLN Sambangi KPK
KPK Apresiasi Kolaborasi...
KPK Apresiasi Kolaborasi Pengamanan Aset Negara oleh PLN
Berita Terkini
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved