Mahasiswa Janji Kawal Proses Pergantian Kepala BIN
Senin, 29 Juni 2015 - 20:31 WIB
Mahasiswa Janji Kawal Proses Pergantian Kepala BIN
A
A
A
JAKARTA - Rekam jejak Sutiyoso sebagai mantan Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dinilai salah satu faktor mendukung untuk menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Presidium Forum Aliansi Mahasiswa Intra Kampus (Formik) Ridho Nurpriyadin, menegaskan sudah sepantasnya seluruh anggota Komisi I DPR meloloskan Sutiyoso dalam proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
"Bang Yos (sapaan akrab Sutiyoso-red) perpaduan yang pas, ini dambaan rakyat Indonesia, karena berlatar belakang militer dan dapat melebur ke masyarakat sipil," ujar Ridho dalam konferensi persnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2015).
Pada kesempatan itu, dia juga menyerukan kepada pihak terkait lembaga negara, lembaga swadaya masyarakat maupun perseorangan jangan mengganggu proses pergantian kepemimpinan BIN dengan isu usang dengan tujuan membentuk opini buruk.
"Atas dasar itu, kami sepakat untuk mengawal betul agar Sutiyoso berjalan mulus menjadi Kepala BIN. Kami tidak ingin BIN diacak-acak seperti lembaga pertahanan dan keamanan lainnya yang prosesinya diganggu-ganggu," serunya.
Formik terdiri dari Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Jakarta (UNJ), STMA Trisakti, Universitas Gunadarma, UHAMKA, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Nasional dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.
Baca: Tabur Bunga Tolak Sutiyoso Kepala BIN.
Presidium Forum Aliansi Mahasiswa Intra Kampus (Formik) Ridho Nurpriyadin, menegaskan sudah sepantasnya seluruh anggota Komisi I DPR meloloskan Sutiyoso dalam proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
"Bang Yos (sapaan akrab Sutiyoso-red) perpaduan yang pas, ini dambaan rakyat Indonesia, karena berlatar belakang militer dan dapat melebur ke masyarakat sipil," ujar Ridho dalam konferensi persnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2015).
Pada kesempatan itu, dia juga menyerukan kepada pihak terkait lembaga negara, lembaga swadaya masyarakat maupun perseorangan jangan mengganggu proses pergantian kepemimpinan BIN dengan isu usang dengan tujuan membentuk opini buruk.
"Atas dasar itu, kami sepakat untuk mengawal betul agar Sutiyoso berjalan mulus menjadi Kepala BIN. Kami tidak ingin BIN diacak-acak seperti lembaga pertahanan dan keamanan lainnya yang prosesinya diganggu-ganggu," serunya.
Formik terdiri dari Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Jakarta (UNJ), STMA Trisakti, Universitas Gunadarma, UHAMKA, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Nasional dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.
Baca: Tabur Bunga Tolak Sutiyoso Kepala BIN.
(kur)