TKI Asal Brebes Pulang dalam Kondisi Luka dan Depresi
Jum'at, 26 Juni 2015 - 10:13 WIB
TKI Asal Brebes Pulang dalam Kondisi Luka dan Depresi
A
A
A
BREBES - Kekerasan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri terus terjadi. Nok Ayu Siti Amalia, 29, seorang TKI asal Desa Sarireja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diduga menjadi korban kekerasan majikannya.
Selain mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya, korban pulang dalam keadaan depresi. Korban diketahui sudah bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama 8,5 bulan di Oman. Namun, hingga kini belum diketahui identitas majikan tempatnya bekerja. Korban diberangkatkan PT Lintas Buana Karya yang berkantor di Jakarta.
Akibat luka-luka dan kondisinya yang depresi, korban harus dirawat di RSUD Brebes. Menurut kerabat korban yang juga perangkat Desa Sarireja, Nasrodin, korban mendadak pulang ke Tanah Air pada Kamis (18/6) malam melalui Bandara Internasional Soekarno- Hatta. ”Awalnya keluarga ada yang menelepon dan diminta menjemput di bandara pada Kamis pukul 11 malam.
Yang menelepon tidak tahu siapa,” kata Nasrodin kemarin. Keluarga yang menjemput itu ibu dan bibinya. Di bandara mereka terkejut karena mendapati korban dalam kondisi sangat memprihatinkan. Selain luka di sejumlah bagian tubuh korban juga sempat mengamuk. ”Dia sendirian, mungkin ada yang mengantar, tapi setelah itu ditinggal begitu saja. Jadi, tidak ada serah terima.
Waktu itu dia hanya bawa pakaian di dalam tas dan dibekali uang Rp1 juta,” ujar Nasrodin. Setelah sepekan berada di rumah, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dedy Jaya pada Rabu (24/6) sore karena depresinya kian parah. Namun, karena tidak ada kamar kosong, korban akhirnya dibawa ke RSUD Brebes.
Di rumah sakit pemerintah itu korban dirawat di Ruang Delima dengan kondisi tangan kiri dan kedua kaki diikat di ranjang. ”Dari pengakuan ke suaminya saat masih bekerja, korban mendapatkan kekerasan dari majikannya. Ini yang sepertinya membuatnya tertekan sampai depresi,” imbuh Nasrodin.
Suami korban, Taswad, 33, mengatakan, pada awal-awalbekerja di Oman, korban tidak pernah bercerita mendapat perlakuan buruk majikannya. Baru beberapa bulan terakhir dia mengaku kerap mendapat pukulan dari majikannya. ”Awalawal hanya bilang majikannya rewel. Belakangan sering cerita dipukul majikan.
Di bagian kaki, tangan, badan memang ada luka lebam,” ujarnya kemarin. Menurut Taswad, sebelum berangkat ke Oman kondisi istrinya sehat dan normal. Karena itu, dia mengaku kaget begitu istrinya pulang dalam kondisi depresidanmenderitaluka-luka.
Farid firdaus
Selain mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya, korban pulang dalam keadaan depresi. Korban diketahui sudah bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama 8,5 bulan di Oman. Namun, hingga kini belum diketahui identitas majikan tempatnya bekerja. Korban diberangkatkan PT Lintas Buana Karya yang berkantor di Jakarta.
Akibat luka-luka dan kondisinya yang depresi, korban harus dirawat di RSUD Brebes. Menurut kerabat korban yang juga perangkat Desa Sarireja, Nasrodin, korban mendadak pulang ke Tanah Air pada Kamis (18/6) malam melalui Bandara Internasional Soekarno- Hatta. ”Awalnya keluarga ada yang menelepon dan diminta menjemput di bandara pada Kamis pukul 11 malam.
Yang menelepon tidak tahu siapa,” kata Nasrodin kemarin. Keluarga yang menjemput itu ibu dan bibinya. Di bandara mereka terkejut karena mendapati korban dalam kondisi sangat memprihatinkan. Selain luka di sejumlah bagian tubuh korban juga sempat mengamuk. ”Dia sendirian, mungkin ada yang mengantar, tapi setelah itu ditinggal begitu saja. Jadi, tidak ada serah terima.
Waktu itu dia hanya bawa pakaian di dalam tas dan dibekali uang Rp1 juta,” ujar Nasrodin. Setelah sepekan berada di rumah, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dedy Jaya pada Rabu (24/6) sore karena depresinya kian parah. Namun, karena tidak ada kamar kosong, korban akhirnya dibawa ke RSUD Brebes.
Di rumah sakit pemerintah itu korban dirawat di Ruang Delima dengan kondisi tangan kiri dan kedua kaki diikat di ranjang. ”Dari pengakuan ke suaminya saat masih bekerja, korban mendapatkan kekerasan dari majikannya. Ini yang sepertinya membuatnya tertekan sampai depresi,” imbuh Nasrodin.
Suami korban, Taswad, 33, mengatakan, pada awal-awalbekerja di Oman, korban tidak pernah bercerita mendapat perlakuan buruk majikannya. Baru beberapa bulan terakhir dia mengaku kerap mendapat pukulan dari majikannya. ”Awalawal hanya bilang majikannya rewel. Belakangan sering cerita dipukul majikan.
Di bagian kaki, tangan, badan memang ada luka lebam,” ujarnya kemarin. Menurut Taswad, sebelum berangkat ke Oman kondisi istrinya sehat dan normal. Karena itu, dia mengaku kaget begitu istrinya pulang dalam kondisi depresidanmenderitaluka-luka.
Farid firdaus
(bbg)