Respons DPR Soal Sikap Jokowi-JK Terkait Revisi UU KPK

Rabu, 24 Juni 2015 - 13:26 WIB
Respons DPR Soal Sikap...
Respons DPR Soal Sikap Jokowi-JK Terkait Revisi UU KPK
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal perbedaan sikap antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tentang usulan revisi Undang-undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Jokowi menyampaikan tidak setuju dengan usulan revisi UU KPK. Sementara wakilnya, JK setuju adanya revisi UU KPK demi memperbaiki kinerja pemberantasan korupsi.

Fahri mengatakan, sikap menolak usulan revisi UU KPK dapat berakibat fatal jika di kemudian hari ada kasus penyalahgunaan wewenang yang dilakukan komisioner lembaga antikorupsi tersebut.

"Kalau orang tidak sadar pentingnya revisi, nanti ada kejadian lagi, baru minta revisi. Pimpinan KPK telah berkomunikasi dengan kami, memang butuh beberapa revisi," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2015).

Fahri mengatakan, salah satu kewenangan yang perlu dikoreksi lantaran kerap disalahgunakan oleh penyidik KPK adalah dalam hal menyadap. Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), papar Fahri, menyadap adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Masusia (HAM).

"Ada kegiatan penyidik yang tidak diketahui aktivitasnya. Main sadap sana-sini. MK bilang penyadapan itu melanggar HAM. Penyadapan tidak boleh diatur oleh peraturan di bawah undang-undang. Sejak itu, tidak ada lagi audit terhadap penyadapan KPK," ungkap Fahri.

"Kalau masalah begini banyak, jangan dikira tidak ada masalah. Ayo bicara akademik. Saat saya bertemu Pak Jokowi, dia mengerti KPK. Cuma saya ngerti, di sekitar Pak Jokowi," imbuhnya.

Pilihan:

Polri Periksa Abraham Samad di Kasus Rumah Kaca
(maf)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Mundur dari KPK, Ini...
Mundur dari KPK, Ini Aktivitas Keseharian Febri Diansyah (Part 1)
Berita Terkini
30 Tahun Kudatuli, Megawati...
30 Tahun Kudatuli, Megawati Resmikan Monumen dan Sampaikan Pesan Tegas: Jangan Terjadi Lagi!
Musyawarah III Majelis...
Musyawarah III Majelis Syura PKS Hasilkan Empat Putusan Strategis
BGN Larang Dapur MBG...
BGN Larang Dapur MBG Gunakan Elpiji 3 Kg, Minyakita dan Beras SPHP: Melanggar Ditutup Permanen!
Hari Ketiga Ditahan...
Hari Ketiga Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah Dikunjungi Keluarga dan Dikirimi Makanan
BGN Tutup Permanen 833...
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG, Terbanyak di Luar Jawa karena Langgar Standar
BGN Pecat Ratusan Pegawai,...
BGN Pecat Ratusan Pegawai, Sudaryono: Ada yang Terindikasi Judi Online hingga Ngentit Duit
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved