Merah Putih La Traviata

Minggu, 21 Juni 2015 - 10:33 WIB
Merah Putih La Traviata
Merah Putih La Traviata
A A A
La Traviata – tarian dari Negeri Pizadimainkan dengan lembut dan ditaburi warna-warni, representasi hasrat atau harapan sekaligus amuk yang kuat. Al hasil, gerakan meliuk dari penari balet asal Italia Artemis Danza sungguh memukau pada pementasan Minggu (14/6), di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Bagaimana tidak, di balik tarian nan eksotis itu, tersimpan kisah pilu dari cinta seorang pelacur jelata, Violetta. Meski cinta Violetta dengan seorang bangsawan bernama Alfredo berbalas, namun tak begitu dengan takdir dan restu. Konflik klasik dalam percintaan ini kemudian secara apik direpresentasikan dalam paduan tarian kontemporer dan balet klasik.

Kombinasi antara tarian kontemporer dengan gerakan tari balet klasik seolah mengajak penonton larut dalam kesedihan milik Violetta. Seorang pelacur yang seolah tak bertakdir cinta. Kisah itu makin kuat digambarkan dengan tarian dari penari-penari berbaju putih, meliuk-liuk dengan rona wajah pilu. Kaki mereka seolah menyentak, tapi di saat bersamaan kemudian layu.

Seolah takdir cinta Violetta diseret ke dalam panggung Ciputra Artpreneur. Penonton pun riuh, larut dalam kesedihan dan hiburan. Kemudian, muncul penaripenari berbaju merah. Gerakangerakannya lebih menyentak bergejolak dengan amarah dan kemudian mengelilingi penaripenari berbaju putih. Penaripenari berbaju merah terus mengelilingi penari-penari berbaju putih dengan piawai, kemudian pergi secara perlahan meninggalkan penari berbaju putih.

Paduan tari kontemporer dengan tarian balet klasik sangat terasa pada adegan yang ini. Lalu untuk penutup, muncul penari berbaju hitam, sebuah representasi dari Alfredo. Penari berbaju hitam ini kemudian mengelilingi penaripenari berbaju putih, namun kemudian ditinggalkan. Penari berbaju hitam pun akhirnya menutup tari kisahnya dengan gemulai dan piawai.

Dalam balutan warna kostum yang dikenakan oleh para penari, pendiri Artemis Danza Monica Casadei menyampaikan, balutan warna kostum sengaja dikombinasikan agar terkesan tarian dapat terlihat anggun dan cantik, sebagai upaya penonjolan identitas tari balet. Di samping itu, perpaduan warna-warni kostum penari merupakan salah satu upaya menggambarkan amarah yang bergejolak dalam menyesuaikan alur cerita La Traviata.

Merah sebagai hasrat dan hati yang meronta, putih adalah hasrat untuk menikah dan pengharapan, serta hitam adalah representasi sifat maskulin. ”Untuk memadukan cerita La Traviata dalam tari, kombinasi warna menjadi penting. Merah adalah bentuk amarah, putih adalah sebuah harapan, dan hitam adalah sebuah representasi sifat maskulin,” ujarnya. Secara keseluruhan, dapat ditangkap bahwa tarian yang ditampilkan mengambil sudut pandang Violetta.

Kesedihan dan amarah yang coba ditampilkan dari setiap gerakan adalah bentuk amarah dan kesedihan Violetta. Namun secara tidak langsung juga terdapat aroma perjuangan seorang Alfredo. Gerakan feminis bercampur dengan kreativitas maskulin. Dalam tarian tersebut, Artemis Danza bukan saja melibatkan penari-penari asal Italia. Beberapa penari balet asal Indonesia pun turut dilibatkan. Hal tersebut memang tengah diupayakan sebagai bentuk upaya pertukaran budaya Italia dan Indonesia.

Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra Sastrawinata menilai, pertukaran budaya yang diupayakan oleh pemerintah Italia dan Indonesia melalui seni merupakan hal yang baik dan patut didukung. Pertukaran budaya melalui jalur kesenian merupakan hal yang positif untuk perkembangan dan kemajuan dunia seni baik tari ataupun teater kedua negara.

”Dari pertukaran budaya seperti ini, kita bisa mengambil sisi positifnya untuk pembelajaran dan kemajuan seni tari dan teater antara kedua negara,” ujarnya. Dalam pertunjukan tari berdurasi 75 menit ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan istrinya, Veronica Tan, turut memberikan apresiasi. Menurut Basuki, menyaksikan pagelaran La Traviata dalam bentuk paduan tari kontemporer dan balet klasik merupakan suguhan yang cerdas dan berkelas internasional.

Ia juga menilai, dengan adanya pertukaran dan kerja sama di bidang budaya, cita-cita Indonesia dalam bidang seni dan budaya dapat mendunia. Hal itu tentu saja harus diimbangi dengan usaha yang keras dan keterbukaan dalam menerima dan memperkenalkan budaya. ”Pertukaran budaya dapat mendukung kesenian dan kebudayaan Indonesia,” ujarnya.

Memang dalam kunjungan kali ini, pertunjukan Artemis Danza ke Jakarta diorganisir oleh Kedutaan Besar Italia di Jakarta dan Institut Kebudayaan Italia, sebagai upaya peringatan 65 tahun hubungan bilateral Italia-Indonesia. Konsep membawakan tari dari kisah La Traviata merupakan babak pertama dari sebuah proyek yang didedikasikan kepada maestro opera Italia Giuseppe Verdi.

Proyek tersebut sebagai bentuk promosi terhadap budaya opera Italia melalui paduan tari dan drama, yang merupakan elemen yang selalu hadir dalam inspirasi artistik karya Monica Casadei. Sementara, kisah La Traviata sendiri merupakan sebuah opera legendaris dari tahun 1852.

Imas damayanti
(bbg)
Berita Terkait
Perjalanan Budaya Warisan...
Perjalanan Budaya Warisan Budaya Indonesia Foundation
Jaga Kebudayaan Nusantara...
Jaga Kebudayaan Nusantara di Era Modern, WBI Foundation Gelar Acara Jagantara
Melestarikan Budaya...
Melestarikan Budaya Indonesia di Era Modern Lewat Jagantara 2.0
Turut Terjun Lestarikan...
Turut Terjun Lestarikan Budaya, Tenant Fashion di Jagantara Didominasi Brand Anak Muda
Dimulai Hari Ini, Jagantara...
Dimulai Hari Ini, Jagantara Ajak Anak Muda Belajar Lebih dalam Budaya Indonesia
Upaya Melestarikan Pencak...
Upaya Melestarikan Pencak Silat Beksi Melalui Festival Budaya 2022
Berita Terkini
Fenomena Matahari Tepat...
Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah, Kemenag Verifikasi Arah Kiblat di 725.669 Titik
Periksa Anggota BPK...
Periksa Anggota BPK Bobby Rizaldi, KPK Dalami Dugaan Pengaturan Opini WTP Pemkab Muara Enim
Hari Ini, Tersangka...
Hari Ini, Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejagung
Hendardi Beberkan 3...
Hendardi Beberkan 3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung: Keberanian KPK Sedang Diuji
3 Brigjen Pol Dimutasi...
3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Divkum Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
M Jasin Dorong KPK Ambil...
M Jasin Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febrie Andriansyah: Jangan Ewuh Pakewuh
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved