Disemprot Jokowi, Menko Maritim Evaluasi Pelayanan Priok

Jum'at, 19 Juni 2015 - 05:16 WIB
Disemprot Jokowi, Menko...
Disemprot Jokowi, Menko Maritim Evaluasi Pelayanan Priok
A A A
JAKARTA - Kementerian koordinator bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Indroyono Soesilo langsung mengevaluasi pelayanan di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Hal itu buntut dari kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin atas lambatnya waktu tunggu kapal bongkar muat alias dwelling time di Tanjung Priok. Indroyono Soesilo mengaku langsung blusukan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

"Tadi saya langsung blusukan lagi ke sana melihat pusat pemantauan data pelabuhan di Pelindo dan ke bea cukai," kata Indroyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 18 Juni 2015.

Dalam blusukannya, Indroyono mengaku mengundang Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

"Kesimpulannya, khusus untuk dwelling time, itu perintah presiden harus cepat, transparan. Nah sudah ada web-nya www.dwelling.indonesiaport.co.id, jadi anda bisa lihat perkembangannya dari jam ke jam karena kita harus turun jadi 4,7 hari," tutur Indroyono.

Kemudian untuk software, kata dia, Kementerian Perhubungan segera menyelesaikan inaportnet. "Sistemnya itu, September ini selesai dan itu harus sinkron dengan sistem software yang dibuat Pelindo. Supaya masyarakat bisa lihat turun apa enggak," kata dia.

Lalu, lanjut dia akan ada Keputusan Presiden (Keppres) guna memerkuat peran dari port authority.

"Keempat, Kemendag akan mengharuskan barang-barang yang kapal-kapal berangkat harus kirim manifest segera sebelum kapal itu mendarat di Indonesia. Beberapa yang membuat dwelling time lama itu barang baru turun, baru mengurus izin. Kalau diberitahu 2 - 3 kali itu ya ya dicabut izinnya sama Mendag," tambah dia.

Dia menambahkan, pekan depan paling lambat Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel akan memasang ikan pemberitahuan mekanisme yang benar.

"Kemarin kan masih 5,5 padahal target 4,7 hari. Untuk keluarkan barang ada 3 fase: pre-custom itu ada Kemendag, Badan Pom, karantina, Kemenkes, Kemenperin. Lalu custom, post custom. Kalau ini cepat tapi post custom bea cukai lama, ya jadi lama juga," ujar dia.

"Jadi nanti dengan port authority akan diusahakan," tandas Indroyono.
(maf)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved