Presiden Sudan Abaikan Perintah Pengadilan

Selasa, 16 Juni 2015 - 09:23 WIB
Presiden Sudan Abaikan...
Presiden Sudan Abaikan Perintah Pengadilan
A A A
JOHANNESBURG - Presiden Sudan Omar al-Bashir pergi meninggalkan Afrika Selatan (Afsel), mengabaikan perintah pengadilan agar tetap tinggal di Afsel karena putusan hakim yang menyatakan dia bersalah atas tuduhan kejahatan perang dan genosida.

Bashir melakukan perjalanan ke Johannesburg untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Afrika. Namun, kepergiannya ke Afsel dibayangi perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang memintanya untuk ditahan atas konflik Darfur. Saat pesawatnya lepas landas dari bandara militer di luar Waterkloof Pretoria, pengadilan tinggi setempat bahkan berdebat untuk memaksa pihak berwenang menangkapnya.

Sebelumnya, Minggu (14/6), Hakim Hans Fabricius memerintahkan pihak berwenang menghentikan Bashir agar tidak meninggalkan Afsel. Langkah tersebut setelah Pusat Ligitasi Afrika Selatan mendesak penyelesaian kasus tersebut. Bashir bergegas meninggalkan Afsel dan mengabaikan perintah pengadilan yang memicu kemarahan dari kelompok hak asasi manusia (HAM).

Mereka menyatakan tindakan Afsel sangat memalukan karena membebaskan pria yang terlibat pembunuhan massal di Afrika. Pada KTT Uni Afrika, Bashir masih terlihat berfoto bersama Presiden Afsel Jacob Zuma dan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe. Pejabat Sudan di Johannesburg sebelumnya menepis kasus tersebut dan mengatakan bahwa Pemerintah Afsel memberikan jaminan perjalanan Bashir selama di sana. Omar al-Bashir menjabat sebagai presiden Sudan sejak 1989. Dia kembali terpilih sebanyak tiga kali pemilihan presiden hingga sekarang.

Ketua Partai Kongres Nasional ini juga menjadi presiden berkuasa pertama yang didakwa ICC karena diduga mengarahkan kampanye pembunuhan massal, pemerkosaan, dan penjarahan terhadap warga sipil di Darfur pada 2003. PBB mengatakan, akibat peristiwa ini, 300.000 orang tewas dan 2,5 juta terpaksa mengungsi.

Selama pemerintahannya, terjadi beberapa kali peperang saudara antara milisi Janjaweed dan kelompok pemberontak seperti Tentara Sudan Liberation (SLA) serta Gerakan Keadilan dan Persamaan.

Ananda nararya
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved