AS Gerah Indonesia Juara Tembak, Ini Respons Panglima TNI
Minggu, 14 Juni 2015 - 17:10 WIB
AS Gerah Indonesia Juara Tembak, Ini Respons Panglima TNI
A
A
A
KARAWANG - Panglima TNI Jenderal Moeldoko angkat bicara soal protes Australia dan Amerika Serikat (AS) terhadap senjata yang digunakan prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dalam menjuarai perlombaan menembak ajang Australian Army Skill at Armd Meeting (AASAM) 2015
Dalam perlombaan yang digelar pada 20-23 Mei di Puckapunyal, Australia itu, tim TNI AD berhasil meraih 30 dari 50 medali emas yang diperebutkan. Selain itu, TNI AD juga berhasil menggondol 16 perak, dan 10 perunggu.
Moeldoko mengatakan, tidak ada yang salah dengan senjata buatan PINDAD yang digunakan oleh TNI dalam even internasional tersebut. Kemenangan Indonesia, murni karena latihan keras dari tim petembak.
"Bukan soal senjata. Memang prajurit TNI latihannya bagus dan keras," kata Moeldoko di Detasemen Pemeliharaan Daerah Latihan (Denharrahlat) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (14/6/2015).
Moeldoko Memaparkan, sebelumnya TNI pernah diminta untuk memgirimkan personel untuk melatih tim penembak dari Brunei Darussalam. Permintaan itu datang lantaran Brunei tidak pernah meraih medali dalam AASAM.
"Sebelumnya Brunei tidak pernah dapat piala, tetapi Brunei minta tentara Indonesia, untuk melatih. Saya kirim Sersan untuk melatih dan tidak sampai satu tahun dilatih, Brunei dapat medali," ucap Moeldoko.
Dalam kesempatan itu, Moeldoko pun menawarkan jasa pelatih kepada Australia dan Amerika jika ingin meraih banyak medali seperti yang diraih TNI AD.
"Jadi kalau gitu salah apanya? Apa senjatanya (Brunei) yang salah? Jadi bukan karena senjata. Kalau Australia dan Amerika memang perlu kita latih, ya kita siap latih," ungkapnya.
Pilihan: 8 Kali Juara Beruntun, TNI AD Jungkalkan AS dan Inggris
Dalam perlombaan yang digelar pada 20-23 Mei di Puckapunyal, Australia itu, tim TNI AD berhasil meraih 30 dari 50 medali emas yang diperebutkan. Selain itu, TNI AD juga berhasil menggondol 16 perak, dan 10 perunggu.
Moeldoko mengatakan, tidak ada yang salah dengan senjata buatan PINDAD yang digunakan oleh TNI dalam even internasional tersebut. Kemenangan Indonesia, murni karena latihan keras dari tim petembak.
"Bukan soal senjata. Memang prajurit TNI latihannya bagus dan keras," kata Moeldoko di Detasemen Pemeliharaan Daerah Latihan (Denharrahlat) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (14/6/2015).
Moeldoko Memaparkan, sebelumnya TNI pernah diminta untuk memgirimkan personel untuk melatih tim penembak dari Brunei Darussalam. Permintaan itu datang lantaran Brunei tidak pernah meraih medali dalam AASAM.
"Sebelumnya Brunei tidak pernah dapat piala, tetapi Brunei minta tentara Indonesia, untuk melatih. Saya kirim Sersan untuk melatih dan tidak sampai satu tahun dilatih, Brunei dapat medali," ucap Moeldoko.
Dalam kesempatan itu, Moeldoko pun menawarkan jasa pelatih kepada Australia dan Amerika jika ingin meraih banyak medali seperti yang diraih TNI AD.
"Jadi kalau gitu salah apanya? Apa senjatanya (Brunei) yang salah? Jadi bukan karena senjata. Kalau Australia dan Amerika memang perlu kita latih, ya kita siap latih," ungkapnya.
Pilihan: 8 Kali Juara Beruntun, TNI AD Jungkalkan AS dan Inggris
(maf)