Ical Harus Miliki Strategi Khusus Jelang Pilkada
Minggu, 14 Juni 2015 - 01:05 WIB
Ical Harus Miliki Strategi Khusus Jelang Pilkada
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung meminta Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical) menyiapkan strategi khusus sebelum awal bulan Juli 2015 yang menjadi waktu pendaftaran peserta Pilkada. Strategi ini perlu dilakukan jauh sebelum waktu pendaftaran agar Golkar memiliki rentang waktu memikirkan cara lain andaikan ada hal yang menghambat untuk menjadi peserta Pilkada.
"Kita harus ada satu limit waktu. Di situ harus mempersiapkan langkah keluar strategi. Itu harus kita pikirkan, saudara ketua umum tolong pikirkan itu," ujar Akbar dalam sambutannya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VIII Partai Golkar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (13/6/2015).
Apabila mereka tak mempersiapkan strategi khusus dikhawatirkan Golkar tidak memiliki persiapan mengenai langkah-langkah antisipatif jika tak bisa menjadi peserta pilkada. "Kalau tidak, nanti kita tidak bisa berbuat apa-apa. Waktu itu penting betul."
"Menurut saya, (jika) sampai Juli tidak ada tanda-tanda. Kita harus ambil terobosan," imbuh dia.
Akbar pun mengaku saran tersebut sudah dipikirkan Dewan Pertimbangan Partai Golkar untuk mengantisipasi hal-hal yang tak sesuai harapan untuk partai berlogo pohon beringin tersebut. "Dengan kaitan ini, saya harus mengatakan, kami dari Dewan Pertimbangan coba melihat langkah yang bisa dilakukan," pungkasnya.
PILIHAN:
Soal Kantor Golkar, Ical Akan Ambil Langkah Hukum
Rapimnas Golkar Ical Bikin Agung Laksono Mati Angin
Hadiri Rapimnas Golkar Ical, Priyo Budi Santoso Membelot?
"Kita harus ada satu limit waktu. Di situ harus mempersiapkan langkah keluar strategi. Itu harus kita pikirkan, saudara ketua umum tolong pikirkan itu," ujar Akbar dalam sambutannya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VIII Partai Golkar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (13/6/2015).
Apabila mereka tak mempersiapkan strategi khusus dikhawatirkan Golkar tidak memiliki persiapan mengenai langkah-langkah antisipatif jika tak bisa menjadi peserta pilkada. "Kalau tidak, nanti kita tidak bisa berbuat apa-apa. Waktu itu penting betul."
"Menurut saya, (jika) sampai Juli tidak ada tanda-tanda. Kita harus ambil terobosan," imbuh dia.
Akbar pun mengaku saran tersebut sudah dipikirkan Dewan Pertimbangan Partai Golkar untuk mengantisipasi hal-hal yang tak sesuai harapan untuk partai berlogo pohon beringin tersebut. "Dengan kaitan ini, saya harus mengatakan, kami dari Dewan Pertimbangan coba melihat langkah yang bisa dilakukan," pungkasnya.
PILIHAN:
Soal Kantor Golkar, Ical Akan Ambil Langkah Hukum
Rapimnas Golkar Ical Bikin Agung Laksono Mati Angin
Hadiri Rapimnas Golkar Ical, Priyo Budi Santoso Membelot?
(hyk)