Agung Nilai Kabar Kantor Golkar Akan Diserang Ganggu Islah
Rabu, 10 Juni 2015 - 04:31 WIB
Agung Nilai Kabar Kantor Golkar Akan Diserang Ganggu Islah
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar produk Musyawarah Nasional (Munas) Ancol, Agung Laksono menyayangkan ada upaya penyerangan Kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Nelly, Slipi, oleh sekelompok orang tak dikenal.
Menurutnya, upaya penyerangan markas besar partai berlambang pohon beringin itu mengganggu proses islah yang telah disepakati antara kubu Agung Laksono dan pihak Aburizal Bakrie (Ical).
"Semata-mata kami ingin secara khidmat menjalankan islah yang juga diprakarsai tokoh senior kami. Islah adalah pertanggungjawaban kami untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa," kata Agung di Hotel Grand Anggrek, Jakarta Barat, Selasa 9 Juni 2015.
Agung menambahkan, agenda pertemuan tim penjaringan yang telah dibentuk oleh kedua kubu juga terpaksa ditunda hingga Senin depan, lantaran upaya penyerangan Kantor DPP Golkar ini.
Meski ada upaya menjegal kesepakatan islah, Agung mengaku, pihaknya tidak akan menyerah di tengah jalan.
"Meski kami kecewa dengan gangguan ini, kami tetap lakukan islah semaksimal mungkin. Kami tidak akan cepat mutung. Tidak ada niat kami untuk boikot islah. Seperti air mengalir saja," tutur Agung.
Menurutnya, upaya penyerangan markas besar partai berlambang pohon beringin itu mengganggu proses islah yang telah disepakati antara kubu Agung Laksono dan pihak Aburizal Bakrie (Ical).
"Semata-mata kami ingin secara khidmat menjalankan islah yang juga diprakarsai tokoh senior kami. Islah adalah pertanggungjawaban kami untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa," kata Agung di Hotel Grand Anggrek, Jakarta Barat, Selasa 9 Juni 2015.
Agung menambahkan, agenda pertemuan tim penjaringan yang telah dibentuk oleh kedua kubu juga terpaksa ditunda hingga Senin depan, lantaran upaya penyerangan Kantor DPP Golkar ini.
Meski ada upaya menjegal kesepakatan islah, Agung mengaku, pihaknya tidak akan menyerah di tengah jalan.
"Meski kami kecewa dengan gangguan ini, kami tetap lakukan islah semaksimal mungkin. Kami tidak akan cepat mutung. Tidak ada niat kami untuk boikot islah. Seperti air mengalir saja," tutur Agung.
(maf)