Kisruh Calon Kapolri Jadi Pelajaran Jokowi Angkat Panglima

Selasa, 09 Juni 2015 - 10:12 WIB
Kisruh Calon Kapolri...
Kisruh Calon Kapolri Jadi Pelajaran Jokowi Angkat Panglima
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan menjadikan kisruh penunjukan calon Kapolri beberapa waktu lalu sebagai pelajaran dalam memilih Panglima TNI mendatang.

Meski memilih Panglima TNI menjadi hak prerogratif presiden, Jokowi hendaknya tetap memperhatikan norma dan tradisi yang sudah berjalan. Dalam memilih panglima, Jokowi dituntut untuk mengambil keputusan secara adil dan bijak

"Jangan sampai kegaduhan seperti saat pemilihan Kapolri terulang kembali," tutur Anggota Komisi I DPR Ahmad Zainuddin di Jakarta melalui keterangan tertulis yang diterima Sindonews. Selasa (9/6/2015).

Zainuddin menegaskan pemilihan dan pengangkatan Panglima TNI merupakan hak prerogratif presiden. Kendati demikian Undang-undang 34 Tahun 2004 tentang TNI juga disebutkan jabatan Panglima TNI dipilih secara bergantian antara perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan.

Tradisi menggilir jabatan Panglima TNI kepada kepala staf angkatan, sambungnya, mempunyai tujuan untuk menjaga keseimbangan dan kestabilan di tubuh TNI.

Dengan demikian, lanjut dia, tidak ada angkatan yang terkesan ditinggikan atau direndahkan, dianakemaskan atau ditirikan. Zainudin berharap agar kebijakan Jokowi nantinya tidak menimbulkan kegaduhan baru di tubuh angkatan dan masyarakat.

Menurut dia, sosok Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Kepala Staf Angkatan Laut, dan Kepala Staf Angkata Darat saat ini sangat mumpuni untuk menjadi Panglima TNI.

Dengan demikian, kata dia, siapapun akhirnya yang terpilih menjadi Panglima TNI harus memiliki pemahaman yang utuh tentang pertahanan, terutama terkait kebijakan poros maritim yang dikeluarkan pemerintah.

"Belajarlah dari kasus Kapolri yang lalu. Jangan sampai terulang lagi," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Panglima TNI saat ini Jenderal Moeldoko akan pensiun pada 1 Agustus 2015 mendatang. Beberapa waktu lalu anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta Jokowi untuk menyerahkan nama calon pengganti Moeldoko. (Baca: DPR Minta Jokowi Serahkan Nama Calon Panglima TNI)
(dam)
Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Mutasi Polri, Brigjen...
Mutasi Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Ditunjuk Jadi Kadiv Propam
Begini Suasana Pengamanan...
Begini Suasana Pengamanan Mabes Polri Pasca Penyerangan Teroris
Profil Irjen Pol Ramdani...
Profil Irjen Pol Ramdani Hidayat, Alumni Akpol 1990 yang Jabat Dankor Brimob
Berita Terkini
Polri Geledah 13 Lokasi...
Polri Geledah 13 Lokasi Dugaan Korupsi Batu Bara, Istana: Kita Hormati Proses Hukum
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Tolak Perang Tarif Pajak,...
Tolak Perang Tarif Pajak, IKPI Usulkan Ini saat RDPU dengan DPR
OTT Bupati Sukoharjo,...
OTT Bupati Sukoharjo, KPK Tangkap Empat Orang Lain Terkait Kasus Pemerasan
Persoalkan Penetapan...
Persoalkan Penetapan Tersangka, Sidang Praperadilan Kedua Roy Suryo Digelar Hari Ini
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved