Tim Ekspedisi NKRI Kopassus Temukan Penurunan Debit Air

Minggu, 07 Juni 2015 - 11:31 WIB
Tim Ekspedisi NKRI Kopassus...
Tim Ekspedisi NKRI Kopassus Temukan Penurunan Debit Air
A A A
LABUAN BAJO - Pemerintah diminta menindaklanjuti hasil temuan tim Ekspedisi NKRI 2015 Kopassus menyusul ditemukannya berbagai persoalan salah satunya, penurunan debit air di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo menjelaskan, dari delapan subkorwil tim ekspedisi, sebanyak enam di antaranya melaporkan masalah keterbatasan dan adanya indikasi penurunan debit air.

"Ada indikasi sumber air mengalami penurunan. Pada musim kemarau biasanya debit air masih banyak tetapi beberapa tahun terakhir itu semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena di kawasan hulu banyak pohon yang ditebang," ujar Doni, Labuan Bajo, Minggu (7/5/2015)..

Komandan Ekspedisi NKRI ini mengaku, sudah berupaya secara maksimal mengingatkan masyarakat dan mengimbau Dinas Kehutanan setempat segera melakukan langkah perlindungan hutan dan pembibitan. Sayangnya, hal itu terkendala dengan kondisi yang belum memadai.

Untuk mendukung langkah itu, Kopassus telah mengirimkan puluhan ribu tanaman dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules dan kapal perang KRI.

"Kami juga melakukan penanaman tidak hanya di kawasan hulu, tetapi juga di pemukiman masyarakat agar terketuk hatinya untuk mau merawat lingkungan. Kalau tidak kami ingatkan dari sekarang, tahun demi tahun debit air akan terus berkurang dan mungkin saja puluhan tahun yang akan datang mata air itu akan hilang dan berganti dengan air mata," ucapnya.

Dia menambahkan, sekarang NTT nyaris kehilangan tanaman legendarisnya, yakni pohon cendana. Indikasinya, semakin sedikit minat masyarakat yang menaman pohon tersebut akibat sejumlah peraturan yang dibuat pemerintah daerah dan tidak menguntungkan masyarakat.

"Peraturan itu menyatakan bahwa tanaman-tanaman tersebut milik pemerintah daerah, tapi informasi dari Gubernur NTT bahwa peraturan tersebut sudah dirubah hanya kami belum dapat konfirmasi," ucapnya.

Mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) ini mengaku, sudah delapan bulan lalu bersama masyarakat di Kabupaten Alor melakukan pembibitan cendana. Hal ini penting, kalau tidak dilakukan sekarang, diprediksi suatu saat akan hilang dari bumi NTT.

"Saya berhasil melakukan pembibitan 30.000 pohon cendana. Sebanyak 20.000 pohon sudah dibagikan gratis kepada masyarakat dan 10.000 lagi, setelah tingginya lebih dari 1 meter, akan segera kami distribusikan kepada masyarakat di sejumlah pulau yang ada di NTT," kata Danjen.

Baca: Ekspedisi NKRI 2015 di Kepulauan Nusa Tenggara.
(kur)
Berita Terkait
Mayjen TNI Deddy Suryadi...
Mayjen TNI Deddy Suryadi Dilantik Jadi Komandan Jendral Kopassus
Latihan, Kopassus Lumpuhkan...
Latihan, Kopassus Lumpuhkan Teroris yang Sandera Pejabat Daerah Cilegon
Profil Jenderal Kopassus...
Profil Jenderal Kopassus Djon Afriandi, Lulusan Terbaik Akmil 1995
5 Komandan Kopassus...
5 Komandan Kopassus Sebelum Prabowo Subianto, yang Terakhir Jadi KSAD 3 Presiden
Anggota Kopassus Evakuasi...
Anggota Kopassus Evakuasi Barang Milik Warga Korban Letusan Semeru
Cartenz Tactical Bersama...
Cartenz Tactical Bersama Danjen Kopassus Bagikan Ribuan Paket Sembako
Berita Terkini
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Infografis
3 Pangdam Lulusan Akmil...
3 Pangdam Lulusan Akmil 1996, Semuanya Jenderal Kopassus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved