Golkar Mau Islah Total? Ini Saran Manjur dari Pengamat
Minggu, 07 Juni 2015 - 07:21 WIB
Golkar Mau Islah Total? Ini Saran Manjur dari Pengamat
A
A
A
JAKARTA - Meski telah menandatangani kesepakatan atau islah terbatas, konflik Partai Golkar belum bisa dikatakan tuntas. Untuk menuntaskan konflik Golkar pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Tjipta Lesmana memiliki saran.
Menurut Tjipta, penyelesaian konflik Golkar harus dikembalikan lagi ke Mahkamah Partai. Namun komposisi keanggotaan Mahkamah Partai harus diubah. Jangan ada anggota Mahkamah Partai yang memiliki orientasi politik terhadap kubu yang bertikai.
Diingatkan Tjipta, Mahkamah Partai ikut andil dalam kisruh Golkar yang terus bergulir. Pasalnya, saat memutuskan penyelesaian konflik Golkar, anggota Mahkamah Partai memiliki orientasi politik yang berbeda-beda. Perbedaan orientasi ini mengakibatkan internal partai berlambang pohon beringin makin terpecah belah.
Tjipta menyarankan, Mahkamah Partai harus dirombak. "MPG baru bisa berfungsi kalau dirombak. Sebab, MPG sudah jelas orientasi politiknya. Dua kubu Agung dan dua kubu Ical," kata Tjipta saat ditemui Sindonews di ruang Pasca Sarjana UPH, Plaza Semanggi, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2015).
Komposisi dari MPG sebaiknya diisi oleh kalangan akademisi dan pengamat yang dianggap netral dan mengerti kondisi Partai Golkar sesungguhnya. "(MPG) diisi orang-orang luar yang netral. Paling bagus akademisi dan pengamat. Golkar harus berani didudukkan di MPG. Dengan catatan orang-orangnya pengalaman, objektif dan independen," tuturnya.
PILIHAN:
Islah Golkar Bikinan JK Tak Jawab Persoalan
Legal Standing Golkar Agung Lemah, Ical Didesak Tolak Islah
Abaikan Putusan Hakim, Golkar Agung Dilaporkan ke Polisi
Menurut Tjipta, penyelesaian konflik Golkar harus dikembalikan lagi ke Mahkamah Partai. Namun komposisi keanggotaan Mahkamah Partai harus diubah. Jangan ada anggota Mahkamah Partai yang memiliki orientasi politik terhadap kubu yang bertikai.
Diingatkan Tjipta, Mahkamah Partai ikut andil dalam kisruh Golkar yang terus bergulir. Pasalnya, saat memutuskan penyelesaian konflik Golkar, anggota Mahkamah Partai memiliki orientasi politik yang berbeda-beda. Perbedaan orientasi ini mengakibatkan internal partai berlambang pohon beringin makin terpecah belah.
Tjipta menyarankan, Mahkamah Partai harus dirombak. "MPG baru bisa berfungsi kalau dirombak. Sebab, MPG sudah jelas orientasi politiknya. Dua kubu Agung dan dua kubu Ical," kata Tjipta saat ditemui Sindonews di ruang Pasca Sarjana UPH, Plaza Semanggi, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2015).
Komposisi dari MPG sebaiknya diisi oleh kalangan akademisi dan pengamat yang dianggap netral dan mengerti kondisi Partai Golkar sesungguhnya. "(MPG) diisi orang-orang luar yang netral. Paling bagus akademisi dan pengamat. Golkar harus berani didudukkan di MPG. Dengan catatan orang-orangnya pengalaman, objektif dan independen," tuturnya.
PILIHAN:
Islah Golkar Bikinan JK Tak Jawab Persoalan
Legal Standing Golkar Agung Lemah, Ical Didesak Tolak Islah
Abaikan Putusan Hakim, Golkar Agung Dilaporkan ke Polisi
(hyk)