Pasca Putusan Pengadilan, Ical dan Agung Jadi Satu
Jum'at, 05 Juni 2015 - 10:27 WIB
Pasca Putusan Pengadilan, Ical dan Agung Jadi Satu
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Golkar Mahyudin angkat bicara ihwal kondisi internal partainya pasca putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dan putusan sela Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Mahyudin menilai pasca dua putusan pengadilan tersebut, legalitas Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Ancol yang dipimpin Agung Laksono dan kubu Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) sudah tidak berlaku lagi.
Kendati Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly masih mengajukan banding atas putusan PTUN, lanjut Mahyudin, para kader Partai Golkar di seluruh daerah menganggap kepengurusan partai sudah kembali kepada kepengurusan hasil Munas Riau.
Dalam Munas tersebut, Ical terpilih sebagai Ketua Umum dan Idrus Marham sebagai Sekretaris Jenderal.
"Tidak ada lagi (kubu) Ancol, Bali, itu merupakan ungkapan kader yang ingin konflik ini segera berakhir. Ini kembali ke Munas Riau supaya tidak ada perbedaan agar Pak Agung dan Pak Ical menjadi satu," kata Mahyudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015).
Mahyudin melanjutkan lumrah jika keinginan para kader Golkar agar konflik dua kubu kepengurusan cepat selesai.
Menurut dia, para kader partai berlambang pohon beringin itu ingin segera fokus melakukan kerja-kerja politik menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2015.
"Seperti saya ini, sebagai pimpinan MPR maunya bekerja semaksimal mungkin tanpa diganggu pihak sana, pihak sini. Diancam mau sanksi, sebaliknnya itu kan problem buat kita. Sebaiknya Golkar ini jadi satu," kata Mahyudin.
Mahyudin menilai pasca dua putusan pengadilan tersebut, legalitas Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Ancol yang dipimpin Agung Laksono dan kubu Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) sudah tidak berlaku lagi.
Kendati Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly masih mengajukan banding atas putusan PTUN, lanjut Mahyudin, para kader Partai Golkar di seluruh daerah menganggap kepengurusan partai sudah kembali kepada kepengurusan hasil Munas Riau.
Dalam Munas tersebut, Ical terpilih sebagai Ketua Umum dan Idrus Marham sebagai Sekretaris Jenderal.
"Tidak ada lagi (kubu) Ancol, Bali, itu merupakan ungkapan kader yang ingin konflik ini segera berakhir. Ini kembali ke Munas Riau supaya tidak ada perbedaan agar Pak Agung dan Pak Ical menjadi satu," kata Mahyudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015).
Mahyudin melanjutkan lumrah jika keinginan para kader Golkar agar konflik dua kubu kepengurusan cepat selesai.
Menurut dia, para kader partai berlambang pohon beringin itu ingin segera fokus melakukan kerja-kerja politik menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2015.
"Seperti saya ini, sebagai pimpinan MPR maunya bekerja semaksimal mungkin tanpa diganggu pihak sana, pihak sini. Diancam mau sanksi, sebaliknnya itu kan problem buat kita. Sebaiknya Golkar ini jadi satu," kata Mahyudin.
(dam)