BPK Temukan Masalah dalam Laporan Keuangan KPU

Kamis, 04 Juni 2015 - 09:42 WIB
BPK Temukan Masalah...
BPK Temukan Masalah dalam Laporan Keuangan KPU
A A A
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini wajar dengan pengeculian (WDP) terhadap laporan keuangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun 2014.

BPK menemukan adanya penyimpangan pada laporan yang disajikan oleh lembaga penyelenggara pemilu tersebut, salah satunya berkaitan dana hibah untuk kegiatan pemilihan kepala daerah (pilkada), pileg dan pilpres.

Selain itu, hibah berupa akses dari pemerintah daerah kepada KPU yang belum dilaporkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Selain itu pencatatan dan pelaporan berupa persediaaan gedung dan bangunan serta konstruksi dalam pekerjaan yang belum memadai," ujar Anggota BPK Agung Firman Sampurna saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan KPU Tahun 2014 di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol Jakarta, Rabu 3 Juni 2015.

Temuan lain berupa ketidakpatuhan KPU daerah atas peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan keuangan negara.

BPK mencatat hal itu dilakukan oleh badan penyelenggara adhoc pada Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang belum menyerahkan bukti pertanggungjawaban belanja operasional senilai Rp7,38 Miliar.

Pada KPU Provinsi Jawa Timur terdapat belanja yang belum didukung bukti pertanggungjawaban sebesar Rp7,15 miliar, serta KPU Samarinda sebesar Rp79,98 juta.

"Ada juga terdapat kelebihan pembayaran atas pembangunan aplikasi pemilu anggota DPR dan Pilpres 2014 sebesar Rp201,39 juta. Terdapat barang milik negara yang hilang sebesar Rp192,85 juta, yang tidak diketahui keberadaannya sebesar Rp124,07 juta," tutur Agung.

Agung melanjutkan, pada laporan keuangan KPU 2014, dimuat juga informasi tentang posisi keuangan lembaga tersebut per 31 Desember 2014, dengan rincian jumlah aset Rp1.100.590.000.000, kewajiban sebesar Rp7,49 miliar dan ekuitas dana sebesar Rp1,0931 T serta realisasi anggaran pendapatan sebesar Rp19,59 miliar dan belanja sebesar Rp11,058 triliun.

"Berdasarkan pemeriksaan dengan jumlah penemuan tersebut di atas, maka BPK tahun ini masih memberikan opini wajar dengan pengecualian terkait laporan keuangan KPU 2014," kata Agung.
(dam)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
4 Nama Berkonsultasi...
4 Nama Berkonsultasi Serius ke KPU DKI Terkait Maju Cagub Jakarta Jalur Independen
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved