Parpol Tak Akan Utamakan Popularitas

Kamis, 04 Juni 2015 - 09:52 WIB
Parpol Tak Akan Utamakan...
Parpol Tak Akan Utamakan Popularitas
A A A
JAKARTA - Partai politik (parpol) tidak lagi menjadikan faktor popularitas sebagai pertimbangan utama dalam seleksi calon kepala daerah di pilkada serentak 2015.

Sejumlah elite parpol berjanji akan mengutamakan kapasitas dan integritas calon demi memperbaiki citra parpol yang negatif di mata publik sekaligus menjamin kemajuan daerah yang dipimpin. Komitmen tersebut disampaikan secara terpisah oleh Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa, Ketua Tim Pilkada Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi, dan Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.

”Kualitas kader maupun nonkader yang akan diusung oleh PDIP sangat menentukan kemenangan di pilkada maupun kepentingan penyelenggaraan pemerintahan ke depan. Makanya proses rekrutmen calon ini sangat serius. Kapasitas dan integritas serta loyalitas menjadi pertimbangan utama,” ujar Andreas kemarin.

Andreas mengungkapkan, saat ini sedang dilakukan proses penyaringan para kandidat melalui proses tes tertulis dan wawancara maupun psikotes yang dilakukan Himpunan Masyarakat Psikologi Indonesia. Proses tes ini kemudian juga dilengkapi dengan data survei untuk memahami peta dukungan real di lapangan. ”Artis atau publik figur sekalipun ketika mereka berminat untuk maju dalam pilkada melalui PDIP harus melalui mekanisme ini,” ujarnya.

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa mengungkapkan, partainya sudah mempersiapkan secara serius pilkada serentak dengan membentuk tim dari DPP di daerah provinsi dan kabupaten/kota. Tiap tim sudah melakukan proses penjaringan dan pemetaan. ”Mekanismenya ada survei dan penerapan berbagai kriteria, kemudian dipresentasikan di hadapan tim yang dihadiri oleh DPC dan DPD, serta tim dari DPP,” katanya.

Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, partainya sudah melakukan konsolidasi organisasi pemenangan pilkada untuk tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/ kota. Tujuannya agar jika adapotensimenangdibasis-basis PAN, kader bisa memperjuangkannya secara maksimal. ”PAN memprioritaskan kader yang maju di pilkada. Alasannya karena kader adalah kekuatan partai di garda paling depan dalam membesarkan partai,” kata Viva.

Sementara itu, Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera mengungkapkan, dalam menghadapi pilkada dan proses seleksi calon, pihaknya membuat desentralisasi dan simplifikasi proses. Selain itu dibuat standar operasional prosedural (SOP) mulai dengan jaring internal (kader) dan eksternal (membuka pendaftaran calon) dengan kriteria integritas, kapasitas, dan elektabilitas.

Rahmat sahid
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved