Satu Kubu Melanggar, Golkar Akan Kembali Terbakar
Minggu, 31 Mei 2015 - 19:41 WIB
Satu Kubu Melanggar, Golkar Akan Kembali Terbakar
A
A
A
JAKARTA - Perjanjian kesepakatan damai atau islah Partai Golkar dinilai akan berjalan baik apabila kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono benar-benar memegang komitmen pertamaian.
Apabila dalam perjalanannya ternyata salah satu kubu melakukan pelanggaran maka bukan mustahil kesepakatan islah tidak berjalan baik.
"Jika ada salah satu yang melanggar maka dipastikan (kesepakatan islah) tidak akan bisa berjalan dengan baik," kata pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Idil Akbar kepada Sindonews, Minggu (31/5/2015).
Dia juga melihat islah yang disepakati oleh kedua belah kubu di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada Sabtu 30 Mei lalu benar-benar hanya didasari atas kepentingan demi mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada), bukan demi menyudahi konflik.
"Selanjutnya saya tidak sepenuhnya meyakini mereka bisa solid," ujar Idil.
Kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono telah menandatangani perjanjian islah atau perdamaian di kediaman JK pada Sabtu 30 Mei kemarin. Perjanjian tersebut dilakukan agar Golkar dapat menjadi peserta pemilihan kepala daerah yang digelar serentak pada akhir tahun ini. (Baca: 4 Poin Kesepakatan Islah Golkar)
Apabila dalam perjalanannya ternyata salah satu kubu melakukan pelanggaran maka bukan mustahil kesepakatan islah tidak berjalan baik.
"Jika ada salah satu yang melanggar maka dipastikan (kesepakatan islah) tidak akan bisa berjalan dengan baik," kata pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Idil Akbar kepada Sindonews, Minggu (31/5/2015).
Dia juga melihat islah yang disepakati oleh kedua belah kubu di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada Sabtu 30 Mei lalu benar-benar hanya didasari atas kepentingan demi mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada), bukan demi menyudahi konflik.
"Selanjutnya saya tidak sepenuhnya meyakini mereka bisa solid," ujar Idil.
Kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono telah menandatangani perjanjian islah atau perdamaian di kediaman JK pada Sabtu 30 Mei kemarin. Perjanjian tersebut dilakukan agar Golkar dapat menjadi peserta pemilihan kepala daerah yang digelar serentak pada akhir tahun ini. (Baca: 4 Poin Kesepakatan Islah Golkar)
(dam)