​SBY: Ketum dan Waketum Posisi Sentral​, Bukan Sekjen

Minggu, 31 Mei 2015 - 02:00 WIB
​SBY: Ketum dan...
​SBY: Ketum dan Waketum Posisi Sentral​, Bukan Sekjen
A A A
DEPOK - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ​ ​(SBY) mengungkapkan, banyak pertimbangan menempatkan seseorang pada posisi dan tanggung ​ ​jawab tertentu demi tercapainya cita-​cita dan tujuan strategis perjuangan Partai Demokrat.

Seluruh nama yang diumumkan, ​menurut SBY​ adalah sebuah amanah dan tugas yang diemban sebagai kader partai.

"Kami formatur dan saya sebagai pengambil keputusan final dalam penyusunan pengurus ini, baik yang saya umumkan hari ini maupun yang ​ ​akan saya umumkan kedua kalinya nanti, saudara tahu mengapanya.
​Saudara tahu bahwa nama ​-​ nama itu diberikan tugas​.​ ​Jadi bukan maunya​ ​atau keinginannya masing​- masing, tetapi partailah yang memberikan tugas," tegas SBY di Rafless Hill Cibubur, Depok, Sabtu (30/5/2015).

SBY menambahkan banyak pihak berpandangan bahwa posisi terpenting dalam organisasi kepengurusan partai politik ada pada posisi Sekjen, ​sehingga nama sekjen Partai Demokrat banyak dibahas dan diramalkan oleh pengamat politik sembari menunggu pengumuman resmi partai.

Partai Demokrat akhirnya menunjuk nama Hinca Pandjaitan sebagai Sekjen menggantikan posisi Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas.

"Kami berpandangan lain​.​Sekjen itu sekretaris, tentu yang memiliki​ ​peran sentral adalah Ketua Umum dan para Wakil Ketua Umum, meskipun​ ​Sekjen juga ​m​erupakan posisi yang penting," jelasnya.

Jabatan Sekjen, sama pentingnya seperti Bendahara Umum ​ atau jabatan Direktur Eksekutif yang merupakan jabatan baru di Partai Demokrat. Mengenai jabatan Direktur Eksekutif, kata SBY, merupakan pelaksana tugas sehari-hari partai. Direktur Eksekutif akan berkoordinasi dengan Sekjen dalam tugasnya.

"Semua jabatan ini penting, karena satu untuk semua, semua untuk satu, dan semua untuk semua. Oleh karena itu, tentunya sebagai pimpinan Partai Demokrat, saya berharap pengurus di posisi apapun tentu harus mengemban tugas sebaik​-​baiknya," jelasnya.
(nag)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kejagung Tetapkan Tersangka...
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG, Berperan Atur Mitra dan Titik Dapur
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved