Militer AS Salah Kirim Antraks

Jum'at, 29 Mei 2015 - 07:58 WIB
Militer AS Salah Kirim...
Militer AS Salah Kirim Antraks
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) melakukan kesalahan fatal dengan mengirimkan virus antraks yang masih aktif ke sembilan laboratorium penelitian dan satu pangkalan udara di Korea Selatan (Korsel).

Pentagon mengungkapkan itu bentuk kecelakaan. Kesalahan pengiriman virus antraksdilakukan pegawai di laboratorium Departemen Pertahanan di Utah. Sebanyak 22 personel militer di Pangkalan Udara Osan di Korsel mendapatkan perawatan kesehatan setelah bersentuhan langsung dengan antraks. ”Personel di pangkalan udara Korsel bersentuhan langsung dalam pelatihan,” demikian keterangan militer AS. Tidak ada korban yang mengalami keracunan antraks.

”Kendati demikian, 22 orang tersebut mendapatkan perawatan pencegahan seperti pemeriksaan, pemberian antibiotik, dan vaksinasi,” demikian ungkap militer AS. Di AS empat warga sipil mendapatkan perawatan medis meski mereka tidak terkena dampak serius virus mematikan tersebut. ”Sampel antraks tersebut dihancurkan sesuai protokol yang sudah ditetapkan,” ungkap Juru Bicara Pentagon Kolonel Steve Warren. Dia menjamin virus itu tidak berbahaya bagi publik.

”Tidak ada petugas laboratorium yang positif terinfeksi antraks,” jaminannya, dikutip AFP . Militer menghentikan pengiriman virus antraks hingga proses penyidikan yang dilakukan Pusat Kontrol dan Pencegahan (CDC) AS tuntas. ”Sampel antraksjuga dikirim ke CDC dan laboratorium yang terafiliasi untuk uji coba lebih lanjut,” kata Juru Bicara CDC Kathy Harden. Dia menambahkan, CDC juga mengirimkan para pejabatnya ke laboratorium militer untuk menggelar penyelidikan.

Andika hendra m
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Kolonel BU Diduga Terlibat...
Kolonel BU Diduga Terlibat Korupsi Tata Kelola MBG, Mabes TNI Koordinasi dengan Kejagung
Kejagung: Peran Oknum...
Kejagung: Peran Oknum TNI di Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG Gelembungkan Harga
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Kejagung Siap Hadapi...
Kejagung Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Lodewyk Pusung Tersangka Kasus Tata Kelola MBG
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
JPU Sebut Perbuatan...
JPU Sebut Perbuatan Dokter Tifa Membuat Jokowi Merasa Dihina Sehina-hinanya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved