Saling Keras Kepala, Golkar Tak Akan Islah
Rabu, 27 Mei 2015 - 16:06 WIB
Saling Keras Kepala, Golkar Tak Akan Islah
A
A
A
JAKARTA - Formula islah yang ditawarkan oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) belum juga membuat Partai Golkar benar-benar islah, agar kader di daerah dapat mengikuti Pilkada 2015.
Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), Tantowi Yahya menilai, jika kedua kubu yakni kubu Ical dan Agung Laksono tidak ada yang mau mengalah, maka akan sulit islah tercapai.
"Dua pihak itu merasa benar dan berhak. Kalau konsep tersebut dibawa ke perundingan, maka tidak akan ada solusi," ujar Tantowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/5/2015).
"Oleh karena itu, saya yakin para petinggi di kedua kubu menyadari betul itu tidak boleh terjadi. Harus ada yang mengalah untuk kepentingan lebih besar," imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi I DPR itu mengaku belum mendapat berita atau konfirmasi terkait pertemuan JK dan Agung Laksono soal isu besar siapa yang menandatangani surat pendaftaran untuk calon kepala daerah tersebut.
"Bagi kami yang paling penting itu harus ada kesepakatan dulu untuk islah dalam rangka menyelamatkan kader di daerah, agar mereka bisa ikut pilkada serentak," jelasnya.
Pasalnya menurut dia, jika Golkar sampai tidak ikut Pilkada maka hal ini akan menjadi catatan sejarah terburuk bagi Partai Golkar. "Saya rasa semua pihak tak menginginkan itu terjadi," ungkap Tantowi.
Tantowi menegaskan, belum mengetahui kapan JK akan mempertemukan Ical dan Agung. Tantowi juga mengatakan, pihaknya belum menentukan tim teknis untuk islah tersebut.
"Bagi kami siapa saja jika ditugaskan oleh Ketum (Ketua Umum) untuk jadi tim teknis tidak masalah. Karena kami basisnya itu adalah UU (Undang-undang) Parpol, PTUN, PKPU, dan kesepakatan yang penah dibuat tim terdahulu sebelum adanya mahkamah partai," tandasnya.
Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), Tantowi Yahya menilai, jika kedua kubu yakni kubu Ical dan Agung Laksono tidak ada yang mau mengalah, maka akan sulit islah tercapai.
"Dua pihak itu merasa benar dan berhak. Kalau konsep tersebut dibawa ke perundingan, maka tidak akan ada solusi," ujar Tantowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/5/2015).
"Oleh karena itu, saya yakin para petinggi di kedua kubu menyadari betul itu tidak boleh terjadi. Harus ada yang mengalah untuk kepentingan lebih besar," imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi I DPR itu mengaku belum mendapat berita atau konfirmasi terkait pertemuan JK dan Agung Laksono soal isu besar siapa yang menandatangani surat pendaftaran untuk calon kepala daerah tersebut.
"Bagi kami yang paling penting itu harus ada kesepakatan dulu untuk islah dalam rangka menyelamatkan kader di daerah, agar mereka bisa ikut pilkada serentak," jelasnya.
Pasalnya menurut dia, jika Golkar sampai tidak ikut Pilkada maka hal ini akan menjadi catatan sejarah terburuk bagi Partai Golkar. "Saya rasa semua pihak tak menginginkan itu terjadi," ungkap Tantowi.
Tantowi menegaskan, belum mengetahui kapan JK akan mempertemukan Ical dan Agung. Tantowi juga mengatakan, pihaknya belum menentukan tim teknis untuk islah tersebut.
"Bagi kami siapa saja jika ditugaskan oleh Ketum (Ketua Umum) untuk jadi tim teknis tidak masalah. Karena kami basisnya itu adalah UU (Undang-undang) Parpol, PTUN, PKPU, dan kesepakatan yang penah dibuat tim terdahulu sebelum adanya mahkamah partai," tandasnya.
(maf)