3 Orang Tewas dan 8 Warga Hilang

Selasa, 26 Mei 2015 - 10:45 WIB
3 Orang Tewas dan 8...
3 Orang Tewas dan 8 Warga Hilang
A A A
TEXAS - Sedikitnya tiga orang tewas dan sedikitnya delapan orang hilang akibat banjir yang melanda wilayah selatan Amerika Serikat (AS), termasuk Texas dan Oklahoma. Ribuan rumah juga hancur akibat banjir bandang dan tornado.

Peringatan siaga banjir juga disebar ke Colorado hingga Arkansas, Louisiana, Missouri, dan Kansas timur. ”Curah hujan satu atau dua inci saja dapat menyebabkan banjir,” demikian peringatan Badan Cuaca Nasional (NWS), dikutip AFP. Mereka memperingatkan wilayah Lembah Sungai Mississippi seperti Negara Bagian Iowa, Kansas, Missouri, dan Illinois akan dihantam tornado. Dua orang meninggal dunia karena banjir di Oklahoma dan satu orang tewas di San Marcos, Texas pada Minggu (24/5) waktu setempat.

Sedangkan delapan orang, termasuk dua anakanak, dilaporkan hilang di Sungai Blanco, Texas. Blanco merupakan salah satu wilayah paling buruk dilanda banjir dengan ketinggian 13 meter atau lebih tinggi 7 meter dari banjir yang pernah terjadi pada 1929. Jonathan McComb, ayah korban hilang, mengungkapkan istri dan dua anaknya disapu banjir saat berada di rumah.

McComb mengungkapkan mereka berada di rumah saat bencana itu terjadi. ”Kita belum menemukan mereka,” kata McComb kemarin, dikutip BBC. Operasi penyelamatan kemarin dilakukan secara massal untuk mencari korban yang hilang. Di Kota San Marcos, Texas, ribuan orang dievakuasi dari rumah mereka karena banjir sudah menenggelamkan wilayah tersebut.

Mereka mengungsi menggunakan mobil dan truk. Sebanyak 400 rumah di San Marcos rusak parah dan banyak penduduk yang diperkirakan tidak dapat kembali ke rumah mereka. ”Pesan evakuasi disampaikan 911 dan petugas kepolisian. Pemadam kebakaran juga mendatangi rumah warga satu per satu untuk menyampaikan pesan evakuasi,” demikian keterangan Pemerintah Kota San Marcos, dikutip AFP.

Pemerintah memberlakukan jam malam di kota tersebut hingga Senin (hari ini) pukul 07.00 pagi. Menurut Rudy Olivo, penduduk San Marcos, banjir kali ini merupakan terburuk yang pernah dialaminya. ”Air naik sangat cepat,” ungkapnya. Kemudian koordinator manajemen darurat San Marcos, Kenneth Bell, mengungkapkan satu orang berhasil diselamatkan setelah tersapu banjir bandang.

Menurut Kristi Wyatt, juru bicara Kota San Marcos, masih banyak warga yang berada di atap rumah menunggu tim penyelamat datang. Tim evakuasi harus bergerak cepat karena air semakin naik dalam waktu yang cepat. ”Ratusan orang sudah dapat dievakuasi. Banjir juga menghanyutkan lima mobil polisi,” ujar Wyatt. Selain San Marcos, Kota Hays di pinggiran Austin, Texas, juga dilanda banjir parah. Lebih dari 1.000 rumah hancur disapu banjir.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
21 Orang Tewas Akibat...
21 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved