Margarito Kamis: Sempat Beredar Nama Pansel KPK Bodong
Kamis, 21 Mei 2015 - 15:26 WIB
Margarito Kamis: Sempat Beredar Nama Pansel KPK Bodong
A
A
A
JAKARTA - Pakar hukum tata negara Universitas Khairun Ternate, Margarito Kamis menilai, dipilihnya sembilan perempuan sebagai Panitia Seleksi (Pansel) Calon pemimpin (Capim) KPK sudah tepat.
Menurut Margarito, hal itu berbanding terbalik dari daftar pansel yang sempat beredar sebelumnya. Dia mengatakan, daftar pansel yang sempat beredar seluruhnya laki-laki diisi oleh ahli hukum tata negara dan pidana.
"Formasi yang kemarin itu salah. Gimana ceritanya, (KPK) mau jadi doktor ilmu hukum? Kok ditaruh semua orang-orang doktor hukum semua di situ," ujar Margarito saat dihubungi Sindonews, di Jakarta, Kamis (21/5/2015).
Bahkan kata Margarito, dirinya yang sempat disebut-sebut masuk daftar Pansel KPK mengaku aneh. Pasalnya dia tidak pernah mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah.
Menurutnya, daftar pansel yang beredar sebelumnya tidak jelas asal usulnya datang dari mana. Berbeda dengan penunjukan sembilan perempuan yang sekarang.
"Ya waktu itu enggak jelas dari mana asal usulnya, siapa yang memasukkan apakah dari pemerintah atau dikarang-karang dari orang luar. Kan enggak tahu juga saya," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Margarito berpendapat beredarnya daftar pansel yang sempat mencatut dirinya merupakan daftar pansel yang tidak jelas. Sehingga, orang-orangnya pun sulit dinilai trackrecord-nya.
"Makanya saya bilang daftar bodong. Karena tidak jelas siapa yang usulkan makanya saya bilang bodong tuh," pungkasnya.
Menurut Margarito, hal itu berbanding terbalik dari daftar pansel yang sempat beredar sebelumnya. Dia mengatakan, daftar pansel yang sempat beredar seluruhnya laki-laki diisi oleh ahli hukum tata negara dan pidana.
"Formasi yang kemarin itu salah. Gimana ceritanya, (KPK) mau jadi doktor ilmu hukum? Kok ditaruh semua orang-orang doktor hukum semua di situ," ujar Margarito saat dihubungi Sindonews, di Jakarta, Kamis (21/5/2015).
Bahkan kata Margarito, dirinya yang sempat disebut-sebut masuk daftar Pansel KPK mengaku aneh. Pasalnya dia tidak pernah mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah.
Menurutnya, daftar pansel yang beredar sebelumnya tidak jelas asal usulnya datang dari mana. Berbeda dengan penunjukan sembilan perempuan yang sekarang.
"Ya waktu itu enggak jelas dari mana asal usulnya, siapa yang memasukkan apakah dari pemerintah atau dikarang-karang dari orang luar. Kan enggak tahu juga saya," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Margarito berpendapat beredarnya daftar pansel yang sempat mencatut dirinya merupakan daftar pansel yang tidak jelas. Sehingga, orang-orangnya pun sulit dinilai trackrecord-nya.
"Makanya saya bilang daftar bodong. Karena tidak jelas siapa yang usulkan makanya saya bilang bodong tuh," pungkasnya.
(maf)