Jamaah Tertahan di Jeddah, DPR Sayangkan Sikap Travel JMBI
Rabu, 20 Mei 2015 - 11:52 WIB
Jamaah Tertahan di Jeddah, DPR Sayangkan Sikap Travel JMBI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay sangat menyayangkan sikap tidak bertanggung jawab yang diperlihatkan pihak travel Jaya Mandiri Bersama Indonesia (JMBI) yang telah menelantarkan jamaah umrah yang hingga saat ini masih tersandera di Jeddah, Arab Saudi.
Dia mengimbau, seharusnya pihak travel dapat mengurus para jamaah secara benar sesuai dengan janji dan sesuai dengan nilai yang mereka bayar. Namun kelihatannya Saleh menilai, pihak travel tidak mampu menjadi penyelenggara umrah yang baik. (Baca Berita: 15 Jamaah Umrah Asal Indonesia Tertahan di Jeddah)
"Jamaah itu kan membayar sesuai dengan yang diminta oleh travel. Karena itu, tidak mungkin pihak travel tidak memiliki biaya untuk membayar kebutuhan jemaah selama di Saudi. Termasuk dalam hal ini, hotel dan tiket kembali," ujar Saleh kepada Sindonews, Rabu (20/5/2015).
Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, pihak travel sudah pasti memiliki hitung-hitungan tersendiri. Jika ada kerugian, berarti perhitungannya salah. "Kecuali bila memang dari awal ada niat untuk melakukan penipuan. Itu ceritanya akan lain lagi," jelas Saleh.
Sekadar informasi, sebanyak 15 orang jamaah umrah asal Indonesia tertahan di Jeddah, Arab Saudi. Mereka belum bisa kembali ke Tanah Air lantaran ditahan oleh pihak hotel, tempat mereka menginap.
Pihak hotel menyatakan masih ada kekurangan pembayaran dari pihak biro perjalanan atau travel. "Ada 15 orang jamaah, seharusnya sudah pulang ke Tanah Air pada Kamis lalu," kata Anzar, salah seorang jamaah yang tertahan di Jeddah kepada Sindonews, Senin 18 Mei 2015.
Mereka berangkat dari Tanah Air pada 5 Mei lalu melalui biro perjalanan haji atau travel Jaya Mandiri Bersama Indonesia. Berdasarkan jadwal, seharusnya mereka kembali ke Tanah Air pada Kamis 14 Mei 2015 lalu.
Anzar mengatakan sebenarnya para jamaah ingin segera kembali tanpa harus menunggu permasalahan administrasi antara pihak travel dan hotel selesai. "Namun tidak bisa karena paspor jamaah dipegang oleh perwakilan travel (di Arab Saudi)," tuturnya.
Dia mengimbau, seharusnya pihak travel dapat mengurus para jamaah secara benar sesuai dengan janji dan sesuai dengan nilai yang mereka bayar. Namun kelihatannya Saleh menilai, pihak travel tidak mampu menjadi penyelenggara umrah yang baik. (Baca Berita: 15 Jamaah Umrah Asal Indonesia Tertahan di Jeddah)
"Jamaah itu kan membayar sesuai dengan yang diminta oleh travel. Karena itu, tidak mungkin pihak travel tidak memiliki biaya untuk membayar kebutuhan jemaah selama di Saudi. Termasuk dalam hal ini, hotel dan tiket kembali," ujar Saleh kepada Sindonews, Rabu (20/5/2015).
Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, pihak travel sudah pasti memiliki hitung-hitungan tersendiri. Jika ada kerugian, berarti perhitungannya salah. "Kecuali bila memang dari awal ada niat untuk melakukan penipuan. Itu ceritanya akan lain lagi," jelas Saleh.
Sekadar informasi, sebanyak 15 orang jamaah umrah asal Indonesia tertahan di Jeddah, Arab Saudi. Mereka belum bisa kembali ke Tanah Air lantaran ditahan oleh pihak hotel, tempat mereka menginap.
Pihak hotel menyatakan masih ada kekurangan pembayaran dari pihak biro perjalanan atau travel. "Ada 15 orang jamaah, seharusnya sudah pulang ke Tanah Air pada Kamis lalu," kata Anzar, salah seorang jamaah yang tertahan di Jeddah kepada Sindonews, Senin 18 Mei 2015.
Mereka berangkat dari Tanah Air pada 5 Mei lalu melalui biro perjalanan haji atau travel Jaya Mandiri Bersama Indonesia. Berdasarkan jadwal, seharusnya mereka kembali ke Tanah Air pada Kamis 14 Mei 2015 lalu.
Anzar mengatakan sebenarnya para jamaah ingin segera kembali tanpa harus menunggu permasalahan administrasi antara pihak travel dan hotel selesai. "Namun tidak bisa karena paspor jamaah dipegang oleh perwakilan travel (di Arab Saudi)," tuturnya.
(kri)