Komisi III DPR Tak Ingin Pansel KPK Diisi Muka Lama
Selasa, 19 Mei 2015 - 14:16 WIB
Komisi III DPR Tak Ingin Pansel KPK Diisi Muka Lama
A
A
A
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly telah memberi nama-nama calon Panitia Seleksi (Pansel) Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, pihaknya akan mengundang calon Pansel KPK tersebut. Pasalnya, sebagian dari Pansel KPK adalah muka lama.
"Sebenarnya aku enggak mau ada pansel yang dulu masuk ke dalam. Karena mereka adalah biang kerok terpilihnya Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Mestinya mereka malu," ujar Ruhut saat dihubungi wartawan, Selasa (19/5/2015).
Menurutnya, jangan sampai orang-orang Pansel itu melempar bola panas ke Komisi III. Ruhut menilai sudah menjadi rahasia umum, kalau pansel itu diisi oleh orang-orang yang background-nya itu LSM atau akademisi.
"yang aku mau tidak ada pansel yang lama. Ada aku lihat yang dari akademisi yang tidak pantas. Seperti Imam Prasodjo, bukan orang hukum tapi sok ngomong hukum," tegasnya.
Maka itu Ruhut mngimbau, agar orang-orang yang mengisi Pansel KPK diharapkan bukanlah orang yang membuat masalah jadi keruh.
"Imam itu salah satu orang yang bikin masalah keruh. Orasi-orasi di KPK, eh langsung jadi tim sembilan. Eh malah jadi bargaining jabatan," tandasnya.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, pihaknya akan mengundang calon Pansel KPK tersebut. Pasalnya, sebagian dari Pansel KPK adalah muka lama.
"Sebenarnya aku enggak mau ada pansel yang dulu masuk ke dalam. Karena mereka adalah biang kerok terpilihnya Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Mestinya mereka malu," ujar Ruhut saat dihubungi wartawan, Selasa (19/5/2015).
Menurutnya, jangan sampai orang-orang Pansel itu melempar bola panas ke Komisi III. Ruhut menilai sudah menjadi rahasia umum, kalau pansel itu diisi oleh orang-orang yang background-nya itu LSM atau akademisi.
"yang aku mau tidak ada pansel yang lama. Ada aku lihat yang dari akademisi yang tidak pantas. Seperti Imam Prasodjo, bukan orang hukum tapi sok ngomong hukum," tegasnya.
Maka itu Ruhut mngimbau, agar orang-orang yang mengisi Pansel KPK diharapkan bukanlah orang yang membuat masalah jadi keruh.
"Imam itu salah satu orang yang bikin masalah keruh. Orasi-orasi di KPK, eh langsung jadi tim sembilan. Eh malah jadi bargaining jabatan," tandasnya.
(maf)