Pasar Tradisional-Pertanian Jadi Perhatian DPD

Senin, 18 Mei 2015 - 11:32 WIB
Pasar Tradisional-Pertanian...
Pasar Tradisional-Pertanian Jadi Perhatian DPD
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) meyakini sektor pertanian akan menjadi pilihan pemerintah untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Hal ini karena mayoritas tenaga kerja nasional berada di sektor pertanian dan pangan. Menurut Ketua DPD Irman Gusman, bidang pertanian merupakan salah satu penopang ekonomi kerakyatan karena pasarnya juga sangat besar baik di dalam maupun di luar negeri. Karena itu, kata dia, pengembangan pertanian merupakan konsep strategis mengingat dapat memberdayakan rakyat kecil serta pasar tradisional.

”Target pertumbuhan ekonomi akan gagal jika hanya mengandalkan sejumlah pelaku besar ekonomi saja,” ucap Irman saat diskusi Forum Senator untuk Rakyat di Bakoel Kofie, Cikini, Jakarta, kemarin. Irman menambahkan, rakyat kecil seyogianya tidak hanya dijadikan tumpuan untuk berpolitik semata.

Untuk itu, saatnya pemerintah memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha kecil agar perekonomian nasional tidak hanya dikuasai oleh sekelompok individu. ”Mengikut sertakan mereka (masyarakat) di bidang ekonomi menjadi jauh lebih penting,” ujar dia.

Pada kesempatan tersebut, Irman juga mengkritisi masih banyaknya pasar tradisional yang dinilai kurang efektif sebagai sarana bagi para pelaku ekonomi masyarakat kecil. Sementara itu, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengatakan akan fokus pada program utama yaitu berupa revitalisasi 5.000 pasar tradisional hingga tahun 2019.

Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan bisa memacu sektor lain sehingga bisa mendukung ekspor. Menurut dia, pengembangan pasar tradisional termasuk salah satu komitmen pemerintah sesuai dengan Nawacita pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menurut Rahmat Gobel, selain perbaikan sarana berupa pasar, perbaikan juga harus dilakukan di antaranya menyangkut faktor manajemen yang harus dikelola dengan baik. ”Ini agar pasar tersebut memiliki tiga fungsi yaitu menjaga ketersediaan barang, menstabilkan harga, serta mendorong peningkatan hasil bumi yang dijajakan. Ini yang ingin kita kejar, pasar di negara Thailand dan Malaysia sudah memiliki komponen ini,” ujar dia pada kesempatan yang sama.

Rahmat Gobel menambahkan, apabila ketiga faktor tersebut dapat berjalan, industri yang memasok barang ke pasar juga akan tumbuh lebih besar serta produksinya semakin berkualitas.

Rabia edra
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved